Terdesak Pasukan AS, Pemimpin ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi Tewas Bunuh Diri

Pemimpin ISIS Al Baghdadi dikabarkan tewas. Pemimpin ISIS tewas usai meledakkan rompi bom bunuh diri setelah sadar dirinya tidak memiliki kesempat

Penulis: Romi Rinando | Editor: taryono
intisari.id
Jadi Target Buruan Negara AS, Abu Bakar Al-Baghdadi Pemimpin ISIS yang juga Agen Mossad Israel Malah Tewas Bunuh Diri 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Pemimpin ISIS Al Baghdadi dikabarkan tewas.

Pemimpin ISIS tewas usai meledakkan rompi bom bunuh diri setelah sadar dirinya tidak memiliki kesempatan melarikan diri.

Bahkan kedua istrinya juga dilaporkan tewas dalam baku tembak dengan pasukan AS.

Inilah Anjing Militer yang Bunuh Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi

BREAKING NEWS - Berkiblat ke ISIS, SRF Pimpinan Jaringan Terorisme di Lampung

Sniper Cantik yang Ditakuti ISIS Ini Dihargai Rp13 M, Simak Kehebatannya

 Menurut media AS yang mengutip sumber internal , bahwa pemimpin ISIS ini telah menjadi target operasi yang sudah disetujui oleh Trump langsung.

Seorang pejabat AS sempat mengatakan bahwa operasi rahasia telah dilakukan di salah satu benteng ISIS di Suriah.

Misi dari operasi ini adalah menemukan target 'bernilai tinggi'yang diduga adalah Al-Baghdadi.

Sumber dari militer mengkonfirmasi kepada kantor berita Reuter bahwa AS telah melancarkan operasi terhadap pemimpin ISIS.

Sayangnya mereka tidak mengungkapkan berhasil atau tidaknya misi tersebut.

Sedangkan Departemen Pertahanan AS dengan keyakinan yang sangat tinggi telah mengkonfirmasi bahwa Al-Baghdadi telah tewas.

Operasi tingkat tinggi dari Joint Special Operation Command dilaporkan telah dilakukan pada Sabtu (26/10).

Bahkan sebuah bukti rekaman juga diklaim menunjukkan saat Al-Baghdadi diyakini telah melakukan bunuh diri.

Terlihat beberapa ledakan dan juga bisa terdengar dalam klip rekaman dalam sebuah kegelapan yang sudah dirilis oleh para aktivis Suriah.

Sebuah bola api besar terlihat meledak di langit-langit diikuti oleh asap dan beberapa suara ledakan yang sangat memekakan telinga.

s
Ledakan dalam rekaman video via Mirror

Agen Mossad Israel 

Sebelum Al-Baghdadi tewas diketahui rupanya pemimpin ISIS ini merupakan agen Mossad.

Hal ini dibongkar oleh mantan pekerja US National Security Agency (NSA) yang bernama Edward Snowden.

Dilansir Intisari.ID, Edward Snowden menyebut bahwa pemimpin ISIS ini rupanya adalah seorang agen Mossad yang berdarah Yahudi.

Diketahui nama asli Al Baghdadi ini adalah Emir Daash alias Simon Elliot alias Elliot Shimon.

s
Abu Bakar Al Baghdadi Si Pemimin ISIS Ternyata Agen Mossad Intisari.id

Abu Bakar Al Baghdadi Si Pemimin ISIS Ternyata Agen Mossad Milik Israel 

Simon rupanya dilatih dan direkrut oleh Mossad untuk memata-matai serta melancarkan perang urat-saraf

dengan masyarakat Arab dan muslim.

Snowden juga mengungkapkan bahwa Al-Baghdadi sejatinya bekerja sama dengan intelejen Amerika Serikat, Inggris serta Mossad.

Misi utamanya sendiri adalah menciptakan sebuah organisasi yang mampu menarik ekstrimis seluruh dunia.

Sebagai penguat bahwa pemimpin ISIS ini adalah agen Mossad, media Iran juga mengungkapkan bahwa Al-Baghdadi adalah sorang agen yang sangat terlatih.

Ia juga memiliki nama lain yaitu Ibrahin ibn Ibrahim Al Badri Arradoui Hoseini.

Demi memuluskan aksinya ini, Al-Baghdadi direkayasa terlibat dalam gerakan militer dengan menciptakan kelompok-kelompok ekstrimis di negara yang dianggap sebagai ancaman oleh Israel.

Beberapa negara tersebut adalah Irak, Sudan, Mesir, Tunisia, Suriah, dll.

Jika mengacu pada penuturan yang diungkapkan oleh Snowden, maka itulah kira-kira proses awal pembentukan ekstrimis macam ISIS.

“Badan intelijen AS, Inggris, Israel, menciptakan organisasi teroris yang bisa menghimpun ekstrimis di seluruh dunia yang diistilahkan dengan ‘the hornet’s nest’,” papar Snowden seperti dilaporkan Global Research.

Dengan beragam teror yang disebarkan oleh kelompok ekstrimis ini, nantinya Israel akan selalu datang sebagai pahlawan yang menghancurkan ISIS.

Skenario inilah yang rupanya digunakan untuk memuluskan langkah zionis dalam membangun Israel Raya di seantero Timur Tengah dengan pemimpin ISIS yang rupanya adalah agen Mossad ini sebagai aktor utamanya.

Kenapa ISIS Tak Berani Teror Israel? Ternyata inilah Alasannya

Dikutip dari laman the Times of Israel, kelompok ISIS pernah mengemukakan alasannya mengapa tidak menyerang Israel.

Bahkan ISIS menyebut permasalahan Palestina tidak seharusnya mendapatkan perlakuan istimewa.

Pada bulan Maret tahun 2016, surat kabar mingguan, Al-Naba memuat sebuah artikel berjudul “Beit Al-Maqdis” dan “First and Foremost an Issue of Shari’a Law”.

Dalam artikel tersebut, mereka mengakui, kelompoknya (ISIS) kurang melakukan serangan terhadap negara Israel.

Mereka beralasan bahwa jihad di Palestina sama dengan jihad di tempat lain.

Artikel tersebut juga mengatakan bahwa pemerintah Arab adalah pemerintahan yang mengacu pada tirani.

Oleh karenanya, dua kota besar yang ada di dalamnya, Mekah dan Madinah harus diselamatkan dari keluarga kerajaan Saudi.

Selain itu, ada pula pernyataan radikal yang dikutip dalam artikel tersebut.

"Untuk Negara Islam, ‘Jihad di Palestina sama dengan jihad di tempat lain.’"

Di luar dari kenyataan, Suriah dan Irak dipenuhi oleh para pejuang dari seluruh penjuru dunia, artikel itu menyerukan para jihadis untuk melakukan perlawanan terhadap "orang-orang kafir" yang terdekat dengan mereka.

Oleh karena itu, memerangi orang Yahudi harus diserahkan kepada Muslim di Israel / Palestina, sementara Muslim Suriah harus melawan Bashar Assad dan Muslim Mesir harus melawan Abdel-Fattah el-Sissi.

Selain itu, ISIS juga lebih mementingkan perang melawan orang "kafir di dalam".

Artinya melawan penguasa dan pemerintah muslim yang berseberangan dengan kepentingan mereka.

Lalu, kelompok ISIS juga menjelaskan bahwa perang melawan Israel adalah penyimpangan.

Pendapat tersebut dikarenakan jihad menurut mereka itu bertujuan untuk menerapkan hukum syariah.

"Karena seluruh dunia kecuali untuk daerah ISIS dikendalikan dan diperintah oleh orang-orang kafir,” kata artikel tersebut.

Anehnya, meski menuliskan hal demikian, dalam artikel tersebut ISIS tetap mengatakan bahwa seluruh umat Islam wajib mengirimkan bantuan ke Palestina.

Namun, jika orang-orang tersebut tidak bisa datang ke timur tengah atau tidak punya uang untuk berperang di Palestina, ISIS menawarkan cara lain.

Yakni dengan menyerang kaum 'Yahudi' dan sekutunya di manapun mereka berada.

Termasuk dengan cara-cara radikal seperti membunuh, menghancurkan, serta menguras harta mereka.

Disamping alasan dari ISIS yang tercantum dalam artikel di atas, alasan lainnya juga pernah diutarakan oleh beberapa jurnalis.

Menurut beberapa jurnalis Barat yang pernah memasuki wilayah ISIS dan bisa keluar dengan selamat, Israel adalah satu-satunya negara yang ditakuti ISIS karena dianggap memiliki militer yang kuat.

Moshe Ya'alon adalah menteri pertahanan Israel sejak 2013 hingga dia mengundurkan diri pada Mei 2016.

Israel memiliki kebijakan non-intervensi terkait konflik rumit di Suriah, tetapi hanya sesekali negeri itu membalas jika terjadi serangan ke wilayahnya.

Meski pernah berhadapan dengan gempuran oleh Rusia sekalipun, ISIS menganggap lawannya itu tidak berpengalaman melawan gerilyawan seperti mereka.

Lain halnya dengan Israel yang dikenal tangguh dalam bertempur menurut mereka.

ISIS pernah minta maaf kepada Israel setelah tanpa sengaja menyerang tentaranya (Israel)

Dilansir dari Kompas.com dari The Independent, sebuah kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan ISIS meminta maaf setelah menyerang tentara Israel.

Hal tersebut disampaikan Moshe Ya'alon, mantan menteri pertahanan Israel.

Kejadian yang disampaikan Ya'alon merupakan sebuah insiden saat sebuah kelompok yang berafiliasi dengan ISIS di dataran tinggi Golan terlibat baku tembak dengan tentara Israel pada November tahun lalu.

"Ada peristiwa belum lama ini saat Daesh (ISIS) menyarang dan kemudian meminta maaf," ujar Ya'alon saat berbicara di sebuah acara di kota Alufa, wilayah utara Israel.

Setelah baku tembak singkat itu, tentara Israel menyerang kelompok bersenjata Suriah, Khalid ibn al-Walid dengan serangan udara dan tank.

Menurut harian The Times of Israel, serangan tersebut menewaskan empat orang anggota kelompok Khalid ibn al-Walid.

Ini merupakan baku tembak langsung pertama antara tentara Israel dan ISIS, setelah kelompok tersebut menembaki sebuah patroli militer di wilayah Israel.

Khalid ibn al-Walid, yang berafiliasi dengan ISIS sejak Mei 2016, menduduki beberapa kota dan desa di perbatasan Israel dan Suriah lewat sebuah serangan mendadak pada Februari lalu.

Sayangnya, Ya'alon tidak menjelaskan secara detail bagaimana kelompok itu mengucapkan permintaan maafnya kepada Israel. Militer Israel juga enggan berkomentar. Cukup janggal bukan? bagaimana menurutmu? (sumber suar.id dan Tribuntimur) 

Artikel ini telah tayang di suar.id dengan judul : Dikabarkan Tewas Bunuh Diri, Abu Bakar Al-Baghdadi si Pemimpin ISIS Diklaim sebagai Agen Mossad, Foto Ini Buktinya!

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Kenapa ISIS Tak Berani Teror Israel? Ternyata inilah Alasannya, 

Sumber: Suar.id
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved