Berisiko Tinggi Kematian, Kenali Penyebab, Ciri-Ciri dan Cara Mengatasi Heat Stroke
Harus diketahui cuaca panas bukan hanya membuat tubuh menjadi gerah dan berkeringat tapi juga bisa berisiko terkena heat stroke.
Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Reny Fitriani
Laporan Reporter Tribun Lampung Jelita Dini Kinanti
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Hidup di negara tropis membuat kita menjadi terbiasa dengan cuaca yang panas.
Harus diketahui cuaca panas bukan hanya membuat tubuh menjadi gerah dan berkeringat tapi juga bisa berisiko terkena heat stroke.
dr Ricky Rivalino Sitepu Sp.PD dari RSUDAM mengatakan, heat stroke merupakan sengatan panas.
Sebelum terkena heat stroke ada dua tahapan yang dialami yakni heat cramps atau kram otot dan heat exhaustion keringat banyak, merah di seluruh badan, dan haus.
Penyebab heat stroke yang pasti adalah kepanasan.
Misalnya orang yang berada berolahraga di bawah sinar matahari lebih dari 45 menit.
Tapi sebenarnya selain panas bisa juga karena kelembaban yang tinggi.
Kelembaban tinggi misalnya di dalam mobil dalam waktu yang lama tanpa menghidupkan AC, karena mau irit bahan bakar, atau meninggalkan anak-anak dalam waktu lama dan lupa menghidupkan AC.
Ciri-ciri orang yang terkena heat stroke yakni temperatur tubuh diatas 40 derajat, ada gejala hipotensi atau darah rendah, dan gangguan kesadaran.
Ciri-ciri orang yang mengalami gangguan kesadaran adalah bingung, tidak sadar, dipanggil diam saja, dan mata melek tapi sebenarnya sudah alami penurunan kesadaran.
"Heat Stroke jika dibiarkan dapat berisiko kematian. Berbeda dengan heat cramps dan heat exhaustion yang risiko kematiannya rendah. Untuk itu harus bisa dipahami ciri-ciri terkena heat stroke," urai dr. Ricky.
Jika melihat teman, saudara, atau keluarga mengalami ciri-ciri dari heat stroke, lakukan pertolongan pertama dengan cara guyur air atau rendam di dalam bak kamar mandi selama 5-15 menit, dan berikan air putih atau air yang mengandung isotonik.
Setelah itu segera bawa ke dokter. Nanti dokter akan memberikan cairan lewat infus dan memantaunya.
Seperti memantau temperatur tubuh, apakah kesadarannya sudah membaik atau belum setelah diberikan cairan, apakah ada gejala kegagalan organ ginjal dan hati.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/dr-ricky-rivalino-sitepu.jpg)