Pria Ini Selamat dari Serangan Buaya Berkat Bantuan Anjing

Dikira Kayu, pria ini gotong binatang buas. Akhirnya pria Australia ini babak belur digigit.

Penulis: Beni Yulianto | Editor: wakos reza gautama
Intisari online
Lamy saat terbaring di rumah sakit 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Binatang buas berbahaya terkadang bisa berkamuflase.

Misalnya ada ular yang menyamar menjadi dedaunan, atau batang pohon. 

Karena itu, berhati-hatilah saat menemukan sesuatu. 

Sama halnya seperti yang dialami oleh pria asal Australia ini, mengira sepotong kayu pria ini nasibnya justru berakhir menyedihkan.

Mengutip Toutiao, pada Selasa (29/10/19) pria asal Autralia bernama Elston Lamy (42) awalnya berniat mengangkut kayu.

Dikisahkan pada Senin (28/10) Lamy pergi ke sebuah tempat di perairan dekat Pulau Crocole, Autralia.

Kemudian saat di periaran dangkal dia menemukan sesuatu yang dikiranya adalah potongan kayu berukuran besar.

Melaney Ricardo Punya Ngidam Unik, Ingin Lihat Binatang Buas dari Dekat

Pria Ini Hobi Makan Daging Binatang Buas

Jadi dia mengakut kayu tersebut dan siapa sangka nasib menyedihkan menimpanya.

Benda yang disangkanya adalah potongan kayu itu ternyata adalah seekor buaya yang sedang berdiam menunggu mangsa.

Menyadari itu adalah buaya Lamy kemudian membekap mulut buaya, awalnya buaya itu pura-pura menyerah.

Buaya menyerang Lamy karena dia menyangka hewan itu adalah kayu.
Toutiao
Buaya menyerang Lamy karena dia menyangka hewan itu adalah kayu.

Tetapi kemudian, buaya itu bersikap agresif dan menggigit tangan Lamy.

Untungnya saat insiden tersebut terjadi, adik Lamy mengetahuinya, dan kedua anjingnya datang dang menggonggong mencoba mengganggu buaya itu.

Alhasil, Lamy berhasil melarikan diri berkat dibantu kedua anjing itu, dia melarikan diri dengan menyeret kakinya yang terluka.

Beruntung Lamy bisa menyelamtkan diri, dia kemudian dievakuasi dengan helikopter.
Toutiao
Beruntung Lamy bisa menyelamtkan diri, dia kemudian dievakuasi dengan helikopter.

Setengah jam kemudian dia kembali ke mobilnya.

Namun, karena kondisinya yang tidak memungkinkan pihak rumah sakit sampai mengirimkan helikopter.

Sumber: Intisari Online
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved