Pria Transgender Ini Mengandung Bayi, Begini Penjelasan Medisnya
Hamil atau mengandung lumrahnya terjadi pada perempuan. Wanita memang ditakdirkan memiliki sel telur yang bisa dibuahi laki-laki kemudian hamil.
Penulis: Beni Yulianto | Editor: Daniel Tri Hardanto
Kemudian dia mulai suntik hormon testosteron pada 2012 dan menjalani operasi tubuh 'bagian atas'-nya pada 2013.
Namun, dia belum melakukan operasi pada tubuh 'bagian bawah', operasi untuk mengganti alat kelaminnya.
Awalnya Wyley mengira dirinya tidak bisa hamil karena ia suntik hormon testosteron dan fakta bahwa Wyley tidak menstruasi selama beberapa tahun ketika ia bertemu dengan Stephan.
Lalu, bagaimana pandangan medis tentang hal ini?
Ya, sangat mungkin bagi pria untuk hamil dan melahirkan anak mereka sendiri.
Bahkan, itu mungkin jauh lebih umum daripada yang kita kira.
Melansir Healthline, sebenarnya tidak semua orang yang dilahirkan sebagai seorang perempuan (Assigned Female At Brith) nantinya akan mengidentifikasi diri mereka sebagai seorang perempuan.
Begitupun sebaliknya.
Walaupun mereka transgender, tetap saja mereka masih memiliki organ reproduksi perempuan, termasuk rahim dan ovarium.
Bagi mereka yang memilih untuk suntik testosteron seperti Wyley, menstruasi biasanya berhenti dalam waktu 6 bulan setelah memulai terapi penggantian hormon (HRT).
Agar bisa hamil, mereka harus menghentikan penggunaan ini.
Namun, tetap saja masih ada kemungkinan lelaki transgender yang suntik hormon testosteron untuk hamil, terlebih ketika mereka melakukan hubungan intim tanpa pengaman.
Karena kurangnya penelitian dan variasi dalam fisiologi individu, masih belum sepenuhnya jelas seberapa efektif penggunaan testosteron sebagai metode pencegahan kehamilan.
Bagaimana dengan persalinan mereka?
Menurut sebuah hasil survei, orang-orang transgender lebih memilih melahirkan dengan cara operasi sesar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/pria-hamil-bayi-laki-laki.jpg)