Duel Maut Paman dan Keponakan hingga Seorang Tewas, Begini Kesaksian Warga yang Melihat

Peristiwa duel maut paman dan keponakan mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Peristiwa itu terjadi di Kabupaten Gowa

tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi - duel maut paman dan keponakan hingga seorang tewas, begini kesaksian warga yang melihat. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Peristiwa duel maut paman dan keponakan mengakibatkan satu orang meninggal dunia.

Insiden berdarah tersebut sempat disaksikan warga secara langsung.

Korban tewas dalam peristiwa itu bernama Daeng Sampara.

Ia meninggal dunia di lokasi kejadian.

Daeng Sampara merupakan keponakan Haji Saju (60).

Insiden duel maut paman dan keponakan terjadi antara Haji Saju dan Daeng Sampara.

Duel Maut, Paman Tewas di Tangan Keponakan di Pesta Pernikahan

Korban Daeng Sampara tumbang setelah bagian lehernya ditebas sang paman menggunakan parang.

 

Peristiwa nahas itu terjadi di sebuah kebun yang berlokasi di Dusun Pangangpusang, Desa Taring, Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa pada Senin (11/11/2019) pagi waktu setempat.

Saat ini, pelaku yang merupakan paman korban telah menyerahkan diri ke polisi.

Kasubbag Humas Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan mengatakan, pelaku telah diamankan oleh aparat kepolisian.

Menurutnya, pelaku telah menyerahkan diri seusai melakukan pembunuhan sadis tersebut.

"Terduga telah menyerahkan diri dan dievakuasi ke Polres Gowa," beber Tambunan dikutip TribunnewsBogor.com dari Tribun Timur.

Keributan yang berujung tewasnya Daeng Sampara tersebut disaksikan warga bernama Noro.

Saat itu, ia sedang mencari biji kemiri di kebun.

Noro pun memberikan kesaksiannya saat dimintai keterangan oleh polisi.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Biringbulu, Aiptu Andi Akbar menjelaskan, pertengkaran antara korban dan pelaku disaksikan seorang warga bernama Noro.

Sumber: Tribun Bogor
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved