3 Atlet Wushu Lampung Sabet Medali Emas, Perak, dan Perunggu di Wugames 2019
Tiga atlet wushu Lampung dibawah naungan Wushu Saburai berhasil meraih medali dalam Kejuaraan Wugames 2019 di Balairung Universitas Indonesia.
Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Reny Fitriani
Awalnya Reynardi latihan wushu karena direkomendasikan ayahnya, karena orangtuanya ingin Reynardi memiliki kegiatan olahraga.
Saat direkomendasikan, Reynardi setuju dan mulai coba-coba latihan wushu.
Semakin lama, Reynardi menjadi suka wushu, karena bagi Reynardi Wushu memiliki banyak gerakan yang susah tapi unik.
Selain latihan, Reynardi juga sudah beberapa kali ikut kejuaraan daerah dan nasional.
Reynardi juga pernah ikut kejuaraan internasional, yakni International Kungfu Championship di Bali Desember 2018.
Ketika itu Reynardi meraih medali perunggu nan quan A dan nan dao junior A, serta meraih medali perak nan gun A.
Sama dengan Reynardi, sebelum kejauaraan, Al Khafi Damar Kencana juga latihan sejak bulan september 2019, setiap senin-sabtu di Aula Kantor Demokrat pukul 19.00-21.00.
Latihan yang dijalani adalah teknik dan fisik. Damar juga latihan fisik sendiri berupa lari, sepeda, dan panahan. Selama latihan Damar juga sempat cedera di bagian lutut.
"Tapi saya tidak mempermasalahkan cedera itu. Apalagi setelah diurut sudah sembuh, dan saya masih bisa ikut kejuaraan. Bagi Atlet Wushu, cedera sudah biasa. Begitupun lelah juga sudah biasa. Tapi selama latihan, lelah tidak saya rasakan. Baru terasa setelah kejuaraan," kata Damar.
Damar mulai latihan wushu sejak kelas 6 SD.
Namun mulai serius saat duduk dibangku SMP.
Awalnya latihan wushu karena melihat Atlet Wushu melakukan jurus pedang.
Lalu setelah mencoba latihan ternyata seru.
Apalagi setelah meraih pertama, berupa medali perunggu dalam Lampung Open Turnamen tahun 2018.
Hadriantan juga menjalani latihan yang sama dengan Reynardi dan Damar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/atlet-wushu-lampung.jpg)