Tribun Bandar Lampung

Pasar Bawah Ramayana Riwayatmu Kini, Penjual Bertahan di Tengah Sepinya Pembeli

Kondisi Pasar Bawah Ramayana terlihat sepi pembeli, pun penjualnya tak lagi memenuhi kios maupun amparan yang ada.

Tayang:
Tribunlampung.co.id/Sulis
Kondisi Pasar Bawah Ramayana. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID. BANDAR LAMPUNG - Pasar Bawah Ramayana, demikian orang menyebutnya karena posisi pasarnya yang berada di bawah Mall Ramayana, Jalan Raden Intan, Tanjungkarang Bandar Lampung.

Pantauan Tribunlampung.co.id, pasar ini menyediakan beragam kebutuhan rumah tangga yang cukup lengkap.

Dari lauk pauk seperti daging sapi, ikan laut, ikan kali, sayuran, hingga pakaian.

Namun begitu, kondisinya terlihat sepi pembeli, pun penjualnya tak lagi memenuhi kios maupun amparan yang ada.

Hitungan Tribun, hanya belasan amparan yang terisi, dari puluhan amparan yang ada.

Sementara untuk penjual yang berada di kios juga terlihat sepi, ada yang masih bertahan dengan membuka kios pakaian, perkakas rumah tangga, hingga buku-buku.

Itupun terfokus pada bagian depan bangunan pasar bawah, sementara semakin ke belakang semakin sepi dan kios banyak tak berpenghuni.

BERITA FOTO - Pasar Bawah Ramayana, Riwayatmu Kini

Salah satu penjual gorengan di lokasi yang tak jauh dari pintu masuk depan, Titi mengatakan, dirinya sudah berjualan sejak lima tahun lalu.

"Dulunya dagang di Pasar Tengah, tapi seja ditata buat parkir jadi pindah ke sini. Ini amparan punya orang, saya cuman disuruh make aja gratis," beber ibu tiga anak ini, Kamis (5/12/2019) siang.

Diakuinya, pengunjung Pasar Bawah memang sepi sudah bertahun-tahun belakangan.

"Jadi ya sekedar langganan aja yang pada beli, karena orang lewat ke sini juga jarang sekali kecuali memang udah pada tahu ada pasar sayuran lengkap di sini," beber warga Karang Anyar Jatiagung Lampung Selatan ini.

Dirinya bertahan karena memang terdesak kebutuhan, terlebih suaminya hanya bekerja serabutan.

"Ya bertahan aja, paling banyak sehari dapat Rp 100 lebih. Pas sepi kadang cuman Rp 70 ribu. Jual gorengan sama mie rebus," ujarnya.

Mengenai kondisi banyak amparan yang kosong, diakuinya sudah lama seperti ini.

Bahkan kios-kios juga banyak yang kosong.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved