Banjir di Bandar Lampung

Banjir Genangi Beberapa Wilayah di Bandar Lampung, Ini Imbauan BPBD

Selain di Kedamaian, Bumi Waras dan Telukbetung, Kecamatan Kedaton juga terdampak luapan air sungai saat hujan deras. Ini Imbauan dari BPBD.

Ist
Ilustrasi - Banjir Genangi Beberapa Wilayah di Bandar Lampung, Ini Imbauan BPBD 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Selain di Kedamaian, Bumi Waras dan Telukbetung, Kecamatan Kedaton juga terdampak luapan air sungai saat hujan deras mengguyur Bandar Lampung.

Lurah Penengahan Kecamatan Kedaton Irfan Saputra mengakui, sempat ada air yang naik ke pemukiman warga namun tidak setinggi musim hujan Februari 2019 lalu.

"Alhamdulillah aman, naik dua jengkal dan langsung surut juga semalam sekitar pukul 22.30 WIB," beber Irfan kepada Tribunlampung.co.id via whatsapp, Sabtu (7/13/2019) sore.

Di musim penghujan Februari lalu, Kelurahan Penengahan padahal terdampak cukup parah akibat luapan air sungai dan pendangkalan drainase yang terjadi. Terutama di sepanjang Jalan Dr Sutomo.

Sekretaris BPBD Bandar Lampung M Rizki sendiri terus mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan di badan sungai.

Selain itu juga agar membersihkan talut di lingkungan sekitar tempat tinggal.

BREAKING NEWS - Diguyur Hujan Deras, Sampah Menggunung di Bawah Jembatan Kali Balau

Pernikahan di Tengah Banjir, Pengantin Naik Perahu Temui Para Tamu Undangan

Terlebih memasuki musim penghujan saat ini, di beberapa titik di kecamatan yang ada di Bandar Lampung banyak yang rawan banjir terutama di daerah dataran rendah.

"Ya kita belajar dari pengalaman tahun lalu dimana yang jadi langganan banjir termasuk Kedamaian, Bumi Waras, Kedaton, Labuhan Ratu, Telukbetung, maupun Sukarame," beber Rizki dikonfirmasi Tribun.

Menurutnya gotong royong dari warga cukup mampu meminimalisasi banjir terutama untuk membersihkan saluran drainase.

"Dari BPBD sendiri kami menyiapkan 70 personel piket dan personal cadangan juga 70 orang untuk membantu warga saat ada kondisi darurat," ungkap dia.

Mengenai bencana banjir dari pemangku kelurahan di Kalibalau Kencana, diakui Rizki pihaknya sudah menerima laporannya.

"Semalam dapat laporan dari lurahnya, tapi kondisi banjirnya masih tahap wajar jadi kami meminta masyarakat untuk terus waspada mengantisipasi saat hujan kembali turun," tandasnya.

9 Ruang Kelas SDN 1 Bumi Waras Digenangi Banjir, Siswa Terpaksa Diliburkan

Hujan lebat yang mengguyur kota Bandar Lampung Jumat malam 6 Desember 2019 mengakibatkan sejumlah tempat di Kota Bandar Lampung terendam banjir.

Salah satunya SDN 1 Bumi Waras Bandar Lampung terendam banjir hingga mencapai setengah tiang kaki orang dewasa.

Akibatnya aktivitas kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SDN 1 Bumi Waras terpaksa diliburkan untuk sementara waktu sambil menunggu genangan air mulai surut.

Penjaga sekolah di SDN1 Bumi Waras Kapidin (53) mengatakan sebanyak 9 ruang kelas yang ada di SD ini digenangi oleh air.

\

9 Ruang Kelas SDN 1 Bumi Waras Digenangi Banjir, Siswa Terpaksa Diliburkan
9 Ruang Kelas SDN 1 Bumi Waras Digenangi Banjir, Siswa Terpaksa Diliburkan (Tribunlampung.co.id/Kiki)

Oleh karena itu, untuk sementara waktu aktivitas KBM di sekolah ini diliburkan.

"Iya abis banjir semalam, 9 kelas ini kena semuanya, ya kira-kira setengah tiang kaki orang dewasa tinggi air nya, mangsanya sekarang sekolahnya jadi diliburin," ujarnya kepada Tribun di Lokasi, Sabtu (7/12/2019).

Kapidin mengungkapkan, pada pukul 22.00 WIB tadi malam, air sudah mulai terlihat menggenangi sekolah.

Bahkan, tempat tinggalnya yang terletak di area sekolah ini juga ikut terkena banjir.

Kemudian, saat dirinya mengetahui air mulai memasuki sekolah dan tempat tinggalnya ia langsung bergegas menyelamatkan buku-buku yang ada di ruang perpustakaan.

Kendati demikian, masih ada beberapa buku yang terendam oleh air dikarenakan hujan yang terlalu deras hingga membuat air cepat masuk.

"Sekitar jam 10 malam itu air sudah mulai keliatan masuk sampe masuk kerumah juga, abis itu saya langsung angkutin buku-bukunya dulu, tapi ada beberapa yang kebasahan. Ceper beber airnya masuk," jelas dia.

Kapidin menjelasakan, Peristiwa banjir serupa selalu terjadi saat hujan lebat mengguyur.

Sebab, kondisi sekolah terletak lebih rendah dari komplek perumahan warga.

Sehingga, air hujan yang ada di perumahan warga mengalir ke sekolah.

"Setiap hujan pasti begini, soalnya ini (Sekolah) posisinya dibawah rumah warga. Jadi pembuangan airnya ngalir semua kesini," jelasnya.

Atas peristiwa tersebut, Kapidin yang dibantu para murid melakukan gotong royong untuk membersihkan dan mengevakuasi barang-barang yang ada di sekolah.

Banjir Genangi 13 Rumah dan Robohkan Tempat Wudu Musala

Hujan deras yang mengguyur Bandar Lampung sejak Jumat (6/12/2019) malam membuat sejumlah kecamatan tergenang banjir.

Selain Kelurahan Kalibalau Kencana, Kecamatan Kedamaian, banjir juga terjadi di beberapa kecamatan lainnya.

Dari pantauan Tribunlampung.co.id, Sabtu (7/12/2019), banjir sempat menggenangi SDN 1 Bumi Waras.

Banjir juga merendam sedikitnya 13 rumah di belakang markas koramil.

Warga membersihkan perabotan pasca dilanda banjir akibat luapan Sungai Kali Balau, Sabtu (7/12/2019).
Warga membersihkan perabotan pasca dilanda banjir akibat luapan Sungai Kali Balau, Sabtu (7/12/2019). (Tribun Lampung/Sulis)

Air juga sempat menggenang di Jalur Sultan Agung dan Jalan ZA Pagar Alam depan Museum Lampung.

Ada pula pohon tumbang di sekitar gedung Pascasarjana FKIP Unila.

Pernikahan di Tengah Banjir, Pengantin Naik Perahu Temui Para Tamu Undangan

Sempat menghalangi jalan, saat ini pohon tersebut sudah dievakuasi.

"Ya drainasenya rata-rata nggak berfungsi. Wajar kalau hujan deras air meluap di mana-mana," beber Adi, warga Way Halim.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Bandar Lampung Sutarno membeberkan titik lain yang terdampak banjir.

Di antaranya, bangunan tempat wudu di Musala Darussalam, Lingkungan 1 RT 5, Kelurahan Sumur Batu yang roboh.

"Lalu sempat menggenang di Telukbetung, depan Hotel Sahid Jalan Yos Sudarso," beber Sutarno.

Warga Bantara Sungai Kali Balau Dilanda Banjir Sejak 2008

Warga dekat bantaran sungai Kali Balau memang sudah sejak 2008 lalu hidup berdampingan dengan banjir.

Terutama memasuki musim penghujan.

Warga Gang Ainan Jalan Ridwan Rais, Kelurahan Kalibalau Kencana, Kedamaian, Munah mengatakan, sebelum 2008 masyarakat tidak pernah terdampak banjir saat sungai meluap akibat hujan deras.

"Ya karena dulu bantaran sungai itu belum pada bangunan rumah kayak sekarang," beber Munah.

Perempuan 37 tahun ini mengaku warga asli daerah Kali Balau.

Gang Persada yang termasuk terdampak banjir semalam
Gang Persada yang termasuk terdampak banjir semalam (Tribunlampung.co.id/Sulis)

"Lahir di sini, besar di sini, sejak 2008 baru mulai banjir, sampai saat ini, ya mungkin karena ada yang buang sampahnya sembarangan di sungai, padahal kita sendiri nggak buang sampah di sungai," kata dia.

9 Ruang Kelas SDN 1 Bumi Waras Digenangi Banjir, Siswa Terpaksa Diliburkan

Permasalahan sampah ini juga karena minimnya pekerja sokli, sehingga warga mengangkut sendiri sampahnya untuk dibawa ke Gang Persada dimana mobil sokli pasti mengangkut setiap harinya.

Saat banjir, paparnya, sampah yang datang merupakan sampah kiriman dari wilayah lain sepeti Kaliawi, Kemiling, dan Way Halim.

"Semalam hujan jam 9an malam. Jam 11 banjirnya sampai hampir semetaran. Jam 3 an subuh baru mulai surut," ungkap dia.

Pantauan Tribun, nampak beberapa warga mulai membersihkan perkakasnya hingga mencuci pakaian dan sepatu yang terdampak banjir.

"Iya ini lagi beres-beres. Kotor semua kena banjir," ujar Bambang.

Lurah Kalibalau Kencana Hendra Setiawan dikonfirmasi mengatakan, ada beberapa titik di wilayahnya yang terdampak banjir semalam yakni Jalan Hi Syarif dimana ratusan rumah sempat terendam.

Lalu Gang Ainan, Gang Tarya, Gang Persada dan Gang Sumur Putri 1 dan 2. Sekitar 60 rumah terdampak banjir di titik-titik tersebut.

Sampah Menggunung di Bawah Jembatan

Pasca hujan yang mengguyur deras semalam, menyisakan masalah sampah di beberapa titik sungai. 

Salah satunya Kali Balau yang ada di Gang Persada dan Gang Ainan, Jalan Ridwan Rais, Kelurahan Kalibalau Kencana.

Pantauan Tribun, Sabtu (7/12/2019) di Gang Persada ini menumpuk sampah tepat dibawah jembatannya.

Beberapa warga nampak membersihkan badan sungai dengan sampah menumpuk sembari memulung sampah berbahan plastik.

Sampah
Sampah (Tribunlampung.co.id/Sulis)

"Belum ada petugas yang dateng. Semalam bahkan menggunung sampai melebihi pagar jembatannya," beber Buang kepada Tribunlampung.co.id, Sabtu siang.

Diakuinya air sungai mulai meluap ke pemukiman sekitar pukul 11.00 WIB dini hari. Surut sekitar jam 5.00 WIB.

"Memang langganan banjir, tapi sampahnya nggak separah ini. Ini banyak banget," ungkap pria paruh baya ini.

Warga lainnya Aan mengatakan, ketinggian banjir semalam ada yang selutut hingga sepinggang.

"Jadi pas hujan deras udah waspada. Setahun sudah dua kali, yang sekarang dan Februari lalu bahkan sampai 2 meteran. Rumah tinggal sisa atap," keluh dia.

Senada dikeluhkan Darmawati, akibat banjir tumpukan pakaian bersih kotor terkena lumpur.

"Jam 11 semalam ada teriakan banjir, pas lagi istirahat. Ya refleks keluar, basah semua," paparnya.

Bahkan di banjir Februari lalu, banyak sekali alat elektronik yang rusak. Seperti mesin cuci, televisi, kulkas.

"Kita tapi semalam nggak ngungsi. Padahal jembatan samping rumah itu udah penuh sama sampah sama air banjir," beber dia.(Tribunlampung.co.id/ Sulis Setia Markhamah/Kiki Adipratama)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved