Tribun Metro
Pemkot Verifikasi 99 Persen Berkas Pelamar CPNS Metro
Sebanyak 99 persen atau 4.898 dari 5.041 berkas pelamar CPNS Kota Metro telah diverifikasi Panitia seleksi daerah (Panselda).
Penulis: Indra Simanjuntak | Editor: soni
Pemkot Verifikasi 99% Berkas Pelamar CPNS Metro
Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Sebanyak 99 persen atau 4.898 dari 5.041 berkas pelamar CPNS Kota Metro telah diverifikasi Panitia seleksi daerah (Panselda).
Kabid Pengadaan dan Mutasi Pegawai BKPSDM Kota Metro Suprapto mengatakan, dari 5.041 berkas pelamar CPNS yang masuk, tinggal 143 berkas yang masih dalam proses verifikasi. Pengumuman akan dilakukan pada 16 Desember.
"Kami belum bisa mengumumkan berapa jumlah yang lolos atau tidak, karena nanti akan diumumkan serentak. Proses verifikasi berjalan lancar. Namun ada beberapa kendala, salah satunya belum spesifik jenjang pendidikan bagi pelamar," imbuhnya, Selasa (10/12).
Terkait pelaksanaan tes bagi peserta CPNS, rencananya akan dilaksanakan ditiga tempat. Bagi peserta yang mendaftar di Pemerintah Kabupaten Pringsewu dan Tanggamus akan dilaksanakan di SMK Yadika Pringsewu.
• 8.179 Berkas Pelamar CPNS Pringsewu Terverifikasi
Kemudian untuk peserta tes yang melamar di Kabupaten Tulangbawang akan dilaksanakan di Perguruan Darmajaya. Sedangkan untuk kabupaten/kota lainnya akan dilaksanakan di Institut Teknologi Sumatera (ITERA).
"Di Itera itu Pemprov, Bandar Lampung, Kota Metro, Pesawaran, Mesuji, Tulangbawang Barat, Lampung Barat, Pesisir Barat, Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Selatan, Way Kanan, dan Lampung Utara. Jadi kita di Itera," imbuhnya.
Diketahui sebanyak 5.041 pelamar mendaftar CPNSD Kota Metro Tahun 2019. Terdiri dari 1.501 pelamar tenaga pendidikan, 2.975 pelamar tenaga kesehatan, dan 565 pelamar tenaga teknis. Sementara jumlah formasi yang tersedia adalah 86 tenaga kependidikan, 51 tenaga kesehatan, dan 3 tenaga teknis.
Tutup Kekurangan Pegawai
Komisi I DPRD Kota Metro berharap seleksi penerimaan CPNSD tahun ini bisa menutup persoalan kekurangan dan pemerataan pegawai di wilayah setempat.
Ketua Komisi I Basuki menilai, selama ini yang banyak dipersoalkan adalah kekurangan dan penumpukan pegawai. Seperti persoalan guru yang menumpuk di sekolah tertentu, sementara di sekolah lain terjadi kekurangan.
"Nah, dengan adanya tambahan tenaga tahun depan, terutama tenaga pendidikan dan kesehatan, kita harap tidak ada lagi persoalan yang menyangkut kekurangan itu. Apalagi terjadi penumpukan pegawai," imbuhnya.
Pihaknya juga meminta agar Pemkot Metro bisa memaksimalkan tenaga-tenaga yang ada untuk menutupi pegawai yang pensiun dan melakukan pemerataan.(dra)