Kepergok Buang Mayat Sopir Taksi Online, 2 Pria Dihajar Warga
Bahkan, aksi pelaku diperegoki oleh warga saat hendak membuang mayat korban dari dalam mobil.
Selama proses pemakaman berlangsung, ia terus berdiri seraya bersandar di bahu anak pertamanya, Mario (20 tahun).
Keduanya tampak saling menguatkan satu sama lain, meskipun air mata mereka tak henti-hentinya mengalir.
Sementara Ari (18), anak bungsu korban tampak duduk lemas disamping pusara sang ayah.
Semula terlihat tabah, namun tangis pemuda itu seketika pecah tak tertahankan ketika pihak keluarga mengajaknya untuk pulang begitu proses pemakaman selesai.
"Kamu jangan seperti ini. Ikhlaskan bapakmu, kita doakan agar ia mendapat tempat terbaik disisi-Nya,"ucap salah seorang pihak keluarga ketika berusaha menenangkan Ari yang tampak begitu terpukul akan kejadian yang menimpa ayahnya.
Mulyono (65) kakak ipar korban sekaligus perwakilan pihak keluarga menuturkan, keluarga korban masih begitu terpukul dengan kejadian ini.
"Kami sangat berharap agar kasus ini diusut sampai tuntas. Tindak tegas pelakunya dan beri hukuman setimpal yaitu mati. Kasihan, driver-driver online bekerja cari uang untuk menafkahi keluarga."
"Tapi kenapa masih ada saja yang tega berbuat jahat pada mereka. Kami berharap kejadian yang menimpa keluarga kami ini adalah yang terakhir. Jangan sampai terulang lagi seperti ini," ucapnya.
(Tribun Bogor/Tribun Sumsel)
Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Tersangka Pembunuhan Sopir Taksi Online Terancam Hukuman Mati, Iwan: Saya Dendam
# Kepergok Buang Mayat Sopir Taksi Online, 2 Pria Dihajar Warga
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/kepergok-buang-mayat-sopir-taksi-online-2-pria-dihajar-warga.jpg)