Muncikari Ungkap Tarif Booking dan Modus Kawin Kontrak Turis Timur Tengah di Puncak Bogor 

Dari kabar-kabar dari temannya, ini ada yang mau, terus kasih nomernya, terus saya telepon," jelas ON saat ditemui di Unit PPA Polres Bogor.

Penulis: Romi Rinando | Editor: wakos reza gautama
ist
ilustrasi - Mucikari Ungkap Tarif  Booking dan Modus Kawin Kontrak Turis Timur Tengah di Kawasaan Puncak Bogor  

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Praktik kawin kontrak di kawasan Bogor dengan turis luar negeri bukan lagi rahasia umum. 

Salah satu muncikari yang biasa beroperasi di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor membongkar adanya proses kawin kontrak antara perempuan Indonesia dengan turis asing, khususnya yang berasal dari negara timur tengah.

Menurut muncikari tersebut  ada beberapa kriteria yang disampaikan oleh turis khususnya dari Timur Tengah dan calon istri kontraknya.

Kebanyakan turis Arab meminta wanita janda, sedangkan calon istri kontrak meminta pria yang tidak kasar.

Dilansir TribunnewsBogor.com dari Youtube Talk Show tvOne Selasa (31/12/2019), mucikari ON (46) mengaku sudah tiga bulan menjalani profesinya tersebut.

Ia juga mengaku hubungan dengan IN, yakni tersangka mucikari lainnya adalah teman.

Turis Asing Lebih Pilih Janda Berusia Kepala 3, Ini Pengakuan Muncikari Penyedia Istri Kontrak

Janda Jadi Incaran, Pengakuan Muncikari Ungkap Keinginan Turis Asing

Deretan Artis Janda Tajir, Intip Bisnis Propertinya hingga Pertambangan

"Ibu mencari perempuannya dari mana?," tanya host, Balqis Manikam.

"Dari kabar-kabar dari temannya, ini ada yang mau, terus kasih nomernya, terus saya telepon," jelas ON saat ditemui di Unit PPA Polres Bogor.

Menurut ON, calon istri kontra ini biasanya menawarkan sendiri kepada dirinya.

"Kadang ada yang mau, dia minta nanyain kabar-kabar dari temannya," jelas ON.

Kemudian ON juga mengungkap kalau kebanyakan turis Asing meminta wanita yang pernah menikah.

"Kebanyakan janda, usia 35 ke atas, belasan tahun nggak ada," tutur ON lagi.

Untuk tarif yang disepakati, menurut ON, hal itu sesuai dengan ketentuan dari tamunya sendiri.

"Biasanya Rp 7 juta untuk 5 hari. Istilahnya booking, bukan kawin, booking 5 hari. Uangnya itu, misalnya Rp 7 juta, ke anaknya Rp 4 juta, saya yang Rp 3 juta, buat sewa mobil sama saya Rp 1,5 juta, yang masak Rp 1,5 juta. Buat saya Rp 1,5 juta, kalau misalkan sudah keterima uangnya itu," kata ON menjelaskan.

Ia pun membantah terjadinya kawin kontrak di dalam transaksinya tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved