Tribun Lampung Utara

Pemkab Lampura Target 75 Ribu Ton Gabah Panen Tahun 2020

Pemerintah kabupaten Lampung Utara menargetkan panen 75.665 ton padi sepanjang musim tanam 2020. Hal ini untuk penuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Penulis: anung bayuardi | Editor: Reny Fitriani
net
Ilustrasi - Pemkab Lampura Target 75 Ribu Ton Gabah Panen Tahun 2020 

TRIBUNLAMPUNG.Co.ID, KOTABUMI - Pemerintah kabupaten Lampung Utara menargetkan panen 75.665 ton padi sepanjang musim tanam 2020.

Hal ini untuk penuhi kebutuhan pangan masyarakat wilayah provinsi kepulauan itu, termasuk upaya pencapaian swasembada pangan nasional, yang dicanangkan Presiden RI Joko Widodo.

"Pemerintah sangat optimistis capai target panen padi dengan jumlah itu,” kata Sukiman, Kabid Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Peternakan Lampung Utara, Jumat 3 Januari 2020.

Perhitungan itu dicapai dengan asumsi, satu hektare lahan pertanian padi dapat menghasilkan gabah yang dipanen.

Sedangkan untuk luas lahan pesawahan yang ada, terus dia sebanyak 15.133 hektare yang tersebar di Lampung Utara.

38 Poktan di Bandar Lampung Dapat Bantuan 13 Ton Benih Padi

“Memang ada lahan pesawahan yang menghasilkan 6 hingga 7 ton perhektarnya. Tapi kita ambil rata-rata saja, perhektarnya 5 ton, jadi targetnya 75 ribu ton hasil gabah panen,” terangnya.

Untuk tahun 2019 lalu, memang ada kendala di lima kecamatan, dimana sekitar 5.000 an hektare yang tidak melakukan penanaman padi sawah.

Ditempat tersebut sedang dilakukan rehabilitasi bendungan Way rarem.

“Kalaupun ada yang panen petani di lima kecamatan, antara lain ABUNG Timur, ABUNG Semuli, Muara Sungkai, bisa dikatakan hasilnya nol produksi dimasa tanam gadu sekitar bulan September lalu,” katanya.

Namun, pada tahun ini musim tanam baru dilakukan pada bulan Januari ini, di lima kecamatan tersebut.

Sehingga diprediksi panen akan jatuh pada bulan April 2020.

“Bendungan wayrarem alirannya baru dibuka awal tahun ini. Jadi petani yang sawahnya mengandalkan aliran dari bendungan wayrarem baru melakukan penanaman padi,” jelasnya.

Ali Sudarmadji, salah satu petani di kecamatan Abung Semuli membenarkan dirinya salah satu petani yang baru menanam padi di bulan Januari ini.

Tahun 2019 lalu, dirinya tidak menanam padi, karena aliran air dari bendungan war rarem tidak mengalir.

Polhut Lampung Amankan 5 Kubik Kayu Sonokeling Hasil Ilegal Logging dan Dua Pelaku

“Jadi sawah tidak ada air untuk mengairi sawah. Kami disini rata istirahat untuk tanam padi,” ujarnya.

Dirinya mengaku beralih ke pekerjaan lainnya, guna melangsungkan hidupnya.

Kemarin ada pekerjaan sebagai buruh bangunan, jadi terbantu ekonomi keluarga. (Tribunlampung.co.id/Anung Bayuardi)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved