Perampok Bobol Brankas Isi Rp 2,3 Miliar, tapi Cuma Ambil Rp 538 Juta
Tan Jingyu menyebut tersangka sangat lick, dan memiliki kesadaran anti-pengintaian yang baik, dia sengaja menutupi dirinya selama melakukan kejahatan.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Kasus pencurian tak lazim terjadi di mana seorang perampok tak mengambil seluruh harta korban yang mencapai miliaran.
Perampok tersebut malah menyisakan uang milik korbannya.
Pencurian tersebut terjadi di sebuah kantor di Hangzhou, di mana uang senilai 1,2 juta yuan (Rp2,3 miliar) menjadi sasaran perampokan itu.
Brankas itu diletakkan di lantai empat perusahaan di mana uang di dalamnya ada uang terikat 100.000 Yuan dengan total 12 ikat.
Melansir Jiangsu News pada Kamis (2/1/2020), insiden pencurian ini terjadi pada 11 Desember 2019.
• Kepala Toko Rekayasa Perampokan Minimarket di Lampung, Ini Motifnya
• Perampokan Money Changer, Karyawati Rebut Pistol dan Todong Balik Perampok
• BREAKING NEWS - Kepala Toko Dalangi Perampokan Minimarket di Lampung Tengah
Uniknya, pencuri yang berhasil membobol brankas itu, hanya mengambil 270.000 yuan atau sekitar Rp538 juta.
Kemudian, sisanya sekitar 903.000 yuan (Rp1,8 miliar) ditinggalkan di tempat kejadian.
Tan Jinyu, wakil direktur Kantor Polisi Hainchang dari Biro Keamanan Publik Hangzhou, mengatakan bahwa pada saat itu dia merasa aneh.
Karena pencuri itu tidak mungkin mengambil hanya sebagian kemudian dia pergi.
Setelah ditelusuri, polisi memutar rekaman CCTV di tempat kejadian.
Sayangnya, mereka tidak mengetahui bagaimana tersangka itu masuk.
Sampai kemudian, setelah pencarian yang cermat mereka menemukan jejak di atap gedung kantor tersebut.
Jejak kaki mencurigakan itu menunjukkan bahwa tersangka memasuki gedung kantor melalui tangga tali yang dibuatnya sendiri.
Lin Hui, seorang petugas polisi di Kantor Polisi Haichang dari Biro Keamanan Umum Hangzhou mengatakan bahwa mereka telah memeriksa sejumlah sirkuit tertutup di sekitarnya.
Dia menemukan rute kembali mereka.

Polisi membawa pelaku dan mengidentifikasi aksinya.