Tribun Metro

Tahun Lalu BNN Metro hanya Rehabilitasi 1 PNS Narkoba  

Badan Narkotika Nasional (BNN) mengaku dua ASN di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Metro mengajukan rehabilitasi narkoba

Tahun Lalu BNN Metro hanya Rehabilitasi 1 PNS Narkoba  
Tribun Lampung/endra zulkarnain
TRIBUN LAMPUNG/BAYU SAPUTRA SOSIALISASI - Kepala BNN Metro Saut Siahaan (tengah) saat ekspose dan sosialisasi bahaya penggunaan narkoba, Senin (30/12). 

Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Badan Narkotika Nasional (BNN) mengaku dua ASN di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Metro mengajukan rehabilitasi narkoba pada tahun 2019.

Kepala BNN Kota Metro Saut Siahaan mengatakan, dari dua ASN tersebut hanya satu orang yang kembali datang untuk direhabilitasi. "Pernah juga tempo hari ada satu ASN yang mengajukan rehab, tapi sebelum direhab ternyata sudah tertangkap polisi," ujarnya, Minggu (5/1).

Ia menjelaskan, pihaknya telah melakukan rehab kepada seorang ASN hingga yang bersangkutan sembuh. Meski begitu, ASN yang melakukan rehabilitasi tidak dilaporkan ke pemerintah daerah, karena kedatangan dilakukan secara sukarela.

"Jadi yang satu orang ini datang secara sukarela dan menyadari kesalahannya. Dia juga berjanji tidak akan mengulangi kesalahannya. Kita lakukan rehab sampai sembuh dan terakhir kita cek urine sudah negatif. Tapi kita terus awasi dan pantau sampai sekarang," ungkapnya.

Saut menjelaskan, tiga wilayah di Kota Metro masuk Zona Merah rawan narkotika. Bila sebelumnya hanya Kecamatan Metro Timur dan Barat, kini wilayah Kecamatan Metro Pusat juga masuk dalam zona tersebut.

BREAKING NEWS - Pemuda yang Tewas Gantung Diri Baru Pulang dari Rehabilitasi Narkoba

Karenanya, pihaknya terus memperketat pengawasan. Diakuinya, wilayah Kecamatan Metro Pusat yang masuk zona merah diketahui dari angka kriminilitas tindak pidana narkotika. Dimana pelaku penyalahgunaan narkoba banyak berasal dari Metro Pusat.

Sebelumnya Saut mengatakan, daerah rawan narkoba harus diperangi bersama.

Berdasarkan hasil tangkapan polres di kawasan tersebut, banyak yang mengaku barang haram tersebut dipasok dari Tegineneng Pesawaran.

Selain itu Kabupaten Lampung Timur juga dianggap sebagai penyuplai narkoba di Kota Metro. "Kita juga sudah menyampaikan kepada BNN Provinsi untuk melakukan tindakan kepada daerah rawan tersebut," katanya

Karena itu, menurutnya, BNN Metro rutin safari mendeteksi dini penggunakan narkoba di Kota Metro.

Workshop dan Bimtek

Untuk mengurangi dan mengantisipasi penyalahgunaan narkotika, BNN akan melakukan upaya sosialisasi bahaya melalui program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

BNN Metro Rehabilitasi 23 Pengguna Narkoba, Salah Satunya Perempuan

"Tahun lalu kita melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan satuan pendidikan. Dengan total sebaran informasi sebanyak 45 kali sosialisasi kepada 5.368 orang dari 13 OPD Pemkot Metro, 10 SMA, 7 SMP, 3 perguruan tinggi, 3 lembaga pelatihan kerja, Kodim 0411 LT dan 6 organisasi kemasyarakatan," tandasnya.

Pihaknya juga akan menyebarkan informasi ke sejumlah media. Kemudian menggelar workshop dan bimtek bagi pegiat narkoba, serta melakukan tes urine. "Tahun lalu kita melakukan pelayanan rehabilitasi kepada 23 orang. Itu terdiri dari 7 warga Kota Metro dan 16 orang dari luar," tuntasnya.(dra)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved