7 Pulau Buatan China di Laut China Selatan yang Sudah Dibangun Sistem Persenjataan Modern
Hal tersebut datang setelah China marah akibat Donald Trump melanggar konvensi dengan China setelah berbicara langsung dengan pimpinan Taiwan.
Penulis: Romi Rinando | Editor: Noval Andriansyah
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Laut Natuna disebut-sebut sebagai potensi konflik paling berbahaya di Asia.
Salah satu alasannya karena wilayah Laut China Selatan telah lama diperebutkan sejumlah negara ASEAN dan China
Dilansir dari Wikipedia, klaim yang terjadi di wilayah itu meliputi:
Indonesia, Tiongkok, dan Taiwan atas perairan di timur laut Kepulauan Natuna.
Filipina, Tiongkok, dan Taiwan atas Scarborough Shoal.
Vietnam, Tiongkok, dan Taiwan atas perairan di barat Kepulauan Spratly. Beberapa atau semua pulau diperebutkan oleh Vietnam, Tiongkok, Taiwan, Brunei, Malaysia, dan Filipina.
• Mahfud MD Akan Kirim Nelayan Pantura ke Natuna untuk Cari Ikan Sekaligus Jaga Laut Indonesia
• Video Perdebatan Panas Bakamla dengan Penjaga Pantai China di Natuna
• Anggota DPR: Pak Prabowo Subianto, Kami Mendambakan Kegarangan Bapak soal Natuna
Kepulauan Paracel diperebutkan oleh RRC/ROC dan Vietnam.
Malaysia, Kamboja, Thailand, dan Vietnam atas perairan di Teluk Thailand.
Singapura dan Malaysia atas perairan sekitar Selat Johor dan Selat Singapura.
Namun mengapa wilayah tersebut diperebutkan?
Rupanya Laut China Selatan adalah salah satu jalur air paling sibuk di dunia.
Konflik berasal dari masalah sejarah dan wilayah geografis.
Melansir South China Morning Post, China mengklaim lebih dari 80 persen sedangkan Vietnam mengklaim hak mereka atas pulau Paracel dan Pulau Spratly.
Sementara kepemilikian kepulauan Spratly dipercaya Filipina dimiliki mereka dan stok ikan di Scarborough.
Brunei Darussalam dan Malaysia telah mengklaim kepemilikian bagian selatan wilayah laut tersebut dan beberapa pulau di kepulauan Spratly.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/penampakan-7-pulau-buatan-china-di-laut-china-selatan.jpg)