Bukan Warga Gresik, Polisi Sebut Mayat Anonim di Tol Kebomas Diduga Dibunuh 5 Jam Sebelumnya

Mayat pria tanpa identitas, ditemukan dalam kondisi tertelungkup di selokan jalan tol yang mengarah ke arah Romokalisari, pada Sabtu (28/12/2019).

grafis tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi mayat - Bukan Warga Gresik, Polisi Sebut Mayat Anonim di Tol Kebomas Diduga Dibunuh 5 Jam Sebelumnya. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Mayat pria anonim alias tanpa identitas, ditemukan dalam kondisi tertelungkup di selokan jalan tol yang mengarah ke arah Romokalisari, atau tepatnya di KM 16.400/B, pada Sabtu (28/12/2019).

Mayat anonim tersebut itu berciri-ciri tinggi badan 165 sentimeter, mengenakan baju putih bermotif kotak coklat, dan sarung hijau kotak-kotak.

Polisi juga menemukan luka robek sepanjang 3 sentimeter di dahi korban, dan tali terlilit di lehernya.

Polisi sebut mayat anonim tersebut bukan warga Gresik.

Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo menyebut, mayat laki-laki yang ditemukan dalam kondisi tertelungkup di selokan jalan tol yang mengarah ke arah Romokalisari, atau tepatnya di KM 16.400/B, pada Sabtu (28/12/2019) lalu, bukan warga Gresik.

Polisi Sebut Mayat yang Ditemukan Depan Kejari Bandar Lampung karena Kecelakaan

Buron 6 Bulan, Begal di Lamteng Diamankan Polisi di Rumahnya, Pelaku Bilang Cuma Mau Beli Rokok

Wanita Syok Liburannya Berakhir di Kantor Polisi, Ditinggal Suami di Rumah Makan Bersama Kunci Mobil

Detik-detik Hakim PN Medan Jamaluddin Dibunuh, Istri Bersiap di Kasur Saat 2 Pria Masuk Kamar

"(Warga) Jawa Timur, bukan warga Gresik," ujar Kusworo seperti dikutip dari Kompas.com, Rabu (8/1/2020).

"Sudah ada keluarga yang mengonfirmasi, sudah ada komunikasi dengan pihak keluarga, namun ada kendala untuk melihat jenazah," jelasnya.

Polisi, kata Kusworo, dalam waktu dekat bakal segera melakukan tes DNA guna mencocokkan sekaligus memastikan hubungan antara mayat dan pihak mengaku sebagai pihak keluarga tersebut.

"Kita harus memastikannya secara psikologi forensik. Nanti dalam waktu dekat psikologi forensik akan kita turunkan, untuk mengetahui dan mencocokkan DNA yang selama ini kita duga, apakah benar yang bersangkutan," ucap Kusworo.

Sejauh ini, kata Kusworo, polisi masih menduga mayat tersebut merupakan korban pembunuhan.

"Sementara kita masih berasumsi demikian, kita berupaya maksimal dan kita terus melakukan penyelidikan," tutur Kusworo.

"Saat ini identitas korban sudah bisa kantongi dugaan-dugaannya. Namun demikian harus kita pastikan secara scientific melibatkan kedokteran forensik untuk memastikan DNA, sehingga dari situ kita bisa melakukan langkah-langkah penyelidikan lebih lanjut," kata dia.

Diduga Dibunuh 5 Jam Sebelumnya

Pihak kepolisian akhirnya berhasil mengungkap identitas mayat berjenis kelamin laki-laki di selokan Tol Kebomas mengarah ke arah Romokalisari, tepatnya di KM 16.400/B, yang ditemukan pada 28 Desember 2019 lalu.

Mayat yang ditemukan tanpa identitas ini, kemudian berhasil diketahui bernama Makmulla alias Muhammad Mulla.

Tanggal lahir 28 Juni 1986, warga Kabupaten Sampang, Madura, dengan pekerjaan diketahui sebagai petani.

Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan hasil otopsi, pihak kepolisian menyimpulkan jika korban merupakan korban pembunuhan.

Dugaan pembunuhan menguat usai ditemukan luka dan tali yang melilit di leher korban.

"Estimasi kematian sekitar lima jam ke belakang, kurang-lebih jam satu atau dua pagi (dini hari)," ujar Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, seperti dikutip dari Kompas.com, Rabu (8/1/2020).

Polisi sempat kesulitan dalam mengungkap identitas korban, lantaran pada saat dilakukan proses sidik jari, identitas juga belum dapat diketahui karena korban belum melakukan perekaman e-KTP.

Namun, polisi tidak habis akal dan kemudian menyebar informasi penemuan mayat melalui media massa dan juga media sosial, hingga akhirnya ada pihak keluarga yang mengenali korban dan kemudian menghubungi aparat keamanan.

"Kebetulan (korban) memiliki ciri-ciri khusus, sehingga keluarga ataupun masyarakat yang mengetahui bisa memastikan, jika yang bersangkutan adalah Makmulla," ucap Kusworo.

"Ciri khususnya ada tahi lalat, dan ada bekas luka di lengan kanan sebanyak 10 jahitan," terangnya.

Ketika disinggung mengenai apakah korban dihabisi lebih dari satu pelaku, polisi masih enggan berspekulasi.

Kusworo mengatakan, supaya awak media sabar menunggu hasil proses penyelidikan yang sedang dilakukan oleh pihaknya.

"Kita belum bisa berasumsi seperti itu, tergantung nanti hasil penyelidikan sejauh mana, yang mana teknis penyelidikan berkaitan dengan mencari pelaku belum dapat kami sampaikan di media," kata dia.

"Sebelum kami dapatkan keterangan tersangka yang hari ini sedang kami lakukan pengejaran, kami belum bisa menceritakan motifnya apa," tutup Kusworo.

Identitas Mayat Terungkap

Kerja keras pihak kepolisian dalam mengungkap identitas mayat berjenis kelamin laki-laki yang ditemukan di selokan Tol Kebomas yang mengarah ke arah Romokalisari, atau tepatnya di KM 16.400/B, pada penghujung tahun lalu membuahkan hasil.

Sebelumnya, mayat laki-laki itu ditemukan pada 28 Desember 2019, dengan pertama kali ditemukan oleh Suhari (60), warga Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan, Surabaya, dalam keadaan telungkup di selokan tepi jalan tol.

"Berkaitan dengan penemuan mayat di exil tol Kebomas, Gresik, memang pada saat itu kita melihat jenazah itu hanya mengenakan kaos dengan sarung, kemudian ada jeratan tali tampar melilit di leher. Kami melihat tidak ada identitas korban sama sekali," ujar Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo.

Pihak kepolisian kemudian melakukan pencarian dengan menggunakan alat pendeteksi sidik jari.

Namun, langkah ini tidak berhasil, yang membuat proses pengungkapan mayat sempat tersendat.

"Karena orang ini belum pernah membuat e-KTP, jadi itu sebab pentingnya kita mendaftarkan diri dan membuat e-KTP agar terdata identitas kita," lanjut dia.

Polisi kemudian berusaha dengan menyebar informasi penemuan mayat melalui media massa dan juga media sosial, dengan harapan ada pihak keluarga yang mengenal mayat dengan ciri-ciri tersebut.

"Selang tiga hari kemudian ada masyarakat yang mengetahui informasi ini, dan menghubungi kami via media sosial tersebut. Dari situ kami tindaklanjuti dan menggali informasi, dan didapatkan identitas korban," ujar dia.

"Alhamdulillah, karena identitas korban itu didapat, maka kita bisa mulai rangkaian kegiatan penyelidikan untuk mengetahui siapa korban," sambung dia.

Melalui penuturan dan keterangan yang diberikan oleh pihak keluarga, identitas korban akhirnya diketahui oleh polisi.

"Adapun identitas korban adalah Makmulla alias Muhammad Mulla, dengan tanggal lahir di Sampang 28 Juni 1986. Pekerjaaannya adalah petani, warga Sampang (Madura)," tutur Kusworo.

Saat ditanya awak media lebih lanjut apakah Makmulla merupakan korban pembunuhan, Kusworo membenarkan indikasi tersebut.

"Kalau menurut keterangan dokter, meninggal karena jeratan tali tampar dileher alias tercekik, pembunuhan," kata dia.

Dari pemeriksaan polisi usai mayat ditemukan sebelumnya, didapat bila mayat berciri-ciri tinggi badan 165 sentimeter, mengenakan baju putih bermotif kotak coklat, dan sarung hijau kotak-kotak.

Selain itu, polisi juga menemukan luka robek sepanjang 3 sentimeter di dahi korban dan tali terlilit di leher korban. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

#Bukan Warga Gresik, Polisi Sebut Mayat Anonim di Tol Kebomas Diduga Dibunuh 5 Jam Sebelumnya

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved