Mantan Kepala BGN Ditangkap

26 Nama Tokoh Elite Siap Dibongkar Eks Waka BGN, Diduga Terlibat Korupsi MBG

"Ikan busuk tak cuma di kepala." Seret 26 nama elite pemangsa program Makan Gratis, eks Waka BGN Sony Sonjaya siap bernyanyi dari balik jeruji.

Tayang: | Diperbarui:
TRIBUNNEWS/Jeprima
SIAP BUKA-BUKAAN - Foto kolase, 3 petinggi BGN, Dadan Handiyana (tengah), Lodewyk Pusung (kiri), dan Sony Sonjaya (kanan), saat digiring ke mobil tahanan seusai keluar dari ruang pemeriksaan di kantor Kejagung, Rabu (3/6/2026). Sony tidak main-main. Melalui kuasa hukumnya, Elza Syarief, ia resmi mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC). Di dalam genggamannya, tersimpan sebuah "buku dosa" berupa catatan digital terperinci yang memuat sedikitnya 26 nama tokoh besar.  

Ringkasan Berita:
  • Tersangka korupsi MBG, Sony Sonjaya, mengajukan diri sebagai JC untuk membongkar dugaan jaringan korupsi di BGN.
  • Kuasa hukum menyebut Sony memiliki catatan dan bukti percakapan yang melibatkan sekitar 26 nama dari kalangan eksekutif, legislatif, dan organisasi.
  • Komisi Kejaksaan meminta Kejagung menindaklanjuti pengakuan tersebut.
  • Kasus ini terkait dugaan mark up pengadaan dan pengaturan mitra SPPG dalam program MBG.

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Di balik jeruji besi, langkah Sony Sonjaya tampaknya belum benar-benar habis. Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional ( BGN ) yang kini berstatus sebagai tersangka korupsi program Makan Bergizi Gratis ( MBG ) itu, memilih jalan berani untuk menebus kesalahannya, 'bernyanyi' demi membongkar jejaring hitam para pemangsa hak nutrisi anak-anak sekolah.

Baca juga: Menkeu Purbaya Blak-blakan, Dugaan Korupsi di BGN Terendus lalu Dilaporkan

Sony tidak main-main. Melalui kuasa hukumnya, Elza Syarief, ia resmi mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC). Di dalam genggamannya, tersimpan sebuah "buku dosa" berupa catatan digital terperinci yang memuat sedikitnya 26 nama tokoh besar. 

Mulai dari kalangan elite eksekutif, anggota legislatif, hingga pimpinan organisasi raksasa diduga ikut mengintervensi program nasional ini demi memperebutkan jatah proyek Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.

Langkah berani Sony ini langsung mematik reaksi keras dari Ketua Komisi Kejaksaan, Pujiyono Suwadi. Ia meminta tim penyidik Kejaksaan Agung membuka telinga lebar-lebar dan tidak mengabaikan nyanyian dari sang mantan pejabat yang kini tengah terpojok tersebut.

Bagi Pujiyono, kesaksian ini bisa menjadi kunci emas untuk membuka kotak pandora korupsi yang selama ini tersembunyi.

"Jaksa tidak boleh denial (menolak) juga ya terhadap apa yang kemudian diberikan kesaksian oleh Pak SS (Sony Sonjaya) ini," tegas Pujiyono dengan nada bicara yang dalam, dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV, Senin (8/6/2026), seperti dilansir Tribunnews.com.

Anatomi "Ikan Busuk" dari Kepala hingga Ekor

Publik memang terlanjur geram. Program mulia yang digadang-gadang mengentaskan gizi buruk anak Indonesia justru dijadikan ajang bancakan dan rebutan kavling bisnis oleh para pemburu rente.

Pujiyono mengabaikan analogi klasik yang menyebut bahwa kebobrokan suatu lembaga hanya terjadi di tingkat atas. Dalam kasus BGN, ia menilai pembusukan sudah menjalar ke seluruh struktur organisasi secara masif.

"Karena kan yang dirasakan kasus ini tidak berhenti di beliau bertiga kan, tetapi nanti harus kemudian dibuka termasuk kemudian sampai hilir," papar Pujiyono getir.

"Yang namanya ikan busuk itu memang benar dimulai dari kepala, tapi kan publik sudah menganggap busuknya ini tidak hanya di kepalanya saja gitu, tapi sampai kemudian tubuh, bahkan kemudian diduga sampai ekornya," sambungnya tajam.

Jika nyanyian Sony terbukti valid dan menyeret figur-figur dengan posisi yang lebih tinggi, ia berpotensi besar naik kelas menjadi saksi mahkota. Namun jika kesaksiannya mengarah ke kluster bawah, hal itu tetap teramat berharga bagi jaksa untuk menyisir dan membersihkan borok korupsi ini sampai ke akarnya.

Kini, bola panas berada di tangan Kejaksaan Agung. Selain menanti nyanyian merdu dari mulut Sony Sonjaya, Komisi Kejaksaan juga mendesak agar penyidik mengejar pengakuan dari dua aktor utama lainnya yang sudah lebih dulu diringkus, yakni eks Kepala BGN Dadan Hindayana dan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung.

Masyarakat kini menunggu dengan dada sesak: sejauh mana keberanian korps adhyaksa menyeret 26 nama elite yang tega merampas piring makan gratis milik anak-anak bangsa.

Sony Punya Banyak Bukti

Kuasa hukum tersangka Sony Sonjaya, Krisna Murti, sebelumnya juga mengatakan Sony memiliki bukti-bukti chat dengan sejumlah tokoh yang terlibat dalam korupsi MBG tersebut.

"Ada semuanya, bukti-bukti terkait chat-chatnya. Saya dengan beliau, saya dengan ini, dengan ini, dengan ini, satu per satu. Mereka minta yayasannya segera diverifikasi, mereka minta titiknya segera diverifikasi," ucap Krisna menirukan Sony, Jumat (5/6/2026), dikutip dari YouTube Kompas TV.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved