Presiden Jokowi: Dari Dulu sampai Sekarang Natuna adalah Indonesia
Presiden menegaskan wilayah Kepulauan Natuna merupakan teritorial Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Presiden Joko Widodo meninjau dua Kapal Republik Indonesia (KRI) yakni KRI Usman Harun 359 dan KRI Karel Satsuit Tubun 356 di Selat Lampa Natuna, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (8/1/2020).
Jokowi menegaskan Kepulauan Natuna tetap menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Jokowi tiba di Pangkalan Laut Terpadu Selat Lampa sekitar pukul 11.47 WIB.
Setelah menyapa awak kapal, ia menaiki KRI Usman Harun yang bersandar di dermaga.
Jokowi berada di atas KRI Usman Harun sekitar 10 menit untuk meninjau situasi di Perairan Natuna.
• Fadli Zon Blak-blakan Kenapa Prabowo Tak Garang ke China soal Natuna, Singgung Kekalahan Indonesia
• Mata Najwa Rabu Malam Bahas Ada China di Natuna, Najwa Shihab Sindir Menhan Prabowo
• OTT KPK, Komisioner KPU Dicokok Dalam Pesawat
• Syaiful Ditemukan Meninggal di Selokan Depan Kejaksaan, Terungkap Pesan Terakhir Korban ke Istri
Ia didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.
“Saya ke sini juga ingin memastikan penegakan hukum atas hak berdaulat kita, hak berdaulat negara kita Indonesia atas kekayaan sumber daya alam laut kita di zona ekonomi eksklusif. Kenapa di sini hadir Bakamla dan Angkatan Laut? Untuk memastikan penegakan hukum yang ada di sini,” kata Presiden Jokowi.
Presiden menegaskan wilayah Kepulauan Natuna merupakan teritorial Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kepulauan tersebut, beserta perairannya, secara administratif termasuk Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, yang menjadi kabupaten terluar di sebelah utara.
"Di Natuna ini penduduknya sebanyak 81 ribu, juga ada bupatinya dan gubernurnya (Kepulauan Riau). Jadi jangan sampai justru kita sendiri bertanya dan meragukan. Dari dulu sampai sekarang Natuna ini adalah Indonesia," Jokowi.
Oleh karena itu, Jokowi menegaskan tidak ada tawar-menawar terhadap kedaulatan Indonesia terhadap wilayahnya, termasuk wilayah Kepulauan Natuna.
Terkait dengan insiden masuknya kapal asing yang banyak diberitakan belakangan ini, Jokowi mengatakan tidak ada kapal asing yang memasuki teritorial Indonesia.
"Tapi kita juga harus tahu apakah kapal negara asing ini masuk (laut) teritorial kita atau tidak. Tida ada yang masuk teritorial kita. Tadi saya tanyakan ke Panglima TNI, tidak ada," kata Presiden.
Pemerintah Indonesia akan menuntaskan persoalan perairan Natuna, Kepulauan Riau, yang diklaim China melalui diplomasi damai.
"Pemerintah akan usut tuntas isu ini melalui diplomasi damai," ujar Staf Khusus Presiden Bidang Hukum Dini Shanti Purwono, Jakarta, Selasa (8/1/2020).
Menurut Dini diplomasi damai tersebut bukan suatu bentuk negosiasi atau tawar-menawar dengan China.
Pemerintah Indonesia akan tetap mempertahankan kedaulatannya.
"Dari Presiden jelas. Kita akan mempertahankan apa yang menjadi hak Indonesia. Kita juga tetap meningkatkan penjagaan di perbatasan Natuna," papar Dini. (tribun network/sen/dit/mam/deo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/terlihat-dalam-vlog-merek-hp-presiden-jokowi-iphone-x-berapa-harganya.jpg)