Berita Terkini Nasional

Elza Syarif Bongkar Peran Kepala BGN di Kasus Dugaan Korupsi Mega Proyek MBG

Kotak pandora MBG dibuka! Nama Kepala BGN Nanik S Deyang terseret, Istana tegaskan arahan Presiden Prabowo: Proses hukum, jangan tebang pilih.

Tayang: | Diperbarui:
Tribunnews.com/Igman Ibrahim
NANIK TERSERET - Kepala Badan Gizi Nasional ( BGN ) Nanik S Deyang (kiri) di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026). Kuasa hukum mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional ( BGN ), Sony Sonjaya, Elza Syarief, secara blak-blakan mengungkap, jika Kepala BGN, Nanik S. Deyang, masuk dalam daftar nama yang diduga kuat ikut terlibat dalam tata kelola rasuah proyek SPPG (Satuan Pelayanan Program Gizi). 

Ringkasan Berita:
  • Kuasa hukum Sony Sonjaya menyebut nama Kepala BGN Nanik S. Deyang dalam kasus dugaan korupsi MBG.
  • Sony disebut telah menyerahkan 26 nama dan bukti percakapan terkait dugaan jual beli titik dapur MBG.
  • Sony menyatakan siap menjadi justice collaborator dalam perkara tersebut.
  • Istana menegaskan tidak ada perlindungan bagi pihak yang terbukti terlibat korupsi dan mendukung proses hukum berjalan.

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Kuasa hukum mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional ( BGN ), Sony Sonjaya, Elza Syarief, secara blak-blakan mengungkap, jika Kepala BGN, Nanik S. Deyang, masuk dalam daftar nama yang diduga kuat ikut terlibat dalam tata kelola rasuah proyek SPPG (Satuan Pelayanan Program Gizi).

Baca juga: Demi Bongkar Mega Korupsi MBG, Eks Waka BGN Siap Mati, Ogah Jadi Kambing Hitam

Elza mengklaim Nanik memiliki peran spesifik, meski dirinya masih memilih menyimpan rapat detail peran tersebut untuk konsumsi penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung).

Indikasi keterlibatan ini salah satunya terendus lewat sebuah surat bernada satire yang diunggah Sony di akun Instagram pribadinya pada Rabu (3/6/2026), sesaat setelah pensiunan jenderal polisi bintang dua itu resmi mengenakan rompi tahanan.

Dalam unggahan itu, Sony menyampaikan ucapan selamat dan terima kasih kepada Nanik atas sebuah 'hadiah indah'.

"Nanti akan saya sampaikan maksud surat itu karena saya sudah mengerti surat yang di-upload di Instagram Pak Sony. Jadi kalau nanti diperiksa penyidik, ya silakan beliau pertanggungjawabkan."

"Apakah satu di antara nama itu (Nanik) sudah disebut? Ya, sudah disebut oleh Pak Sony saat diperiksa," tegas Elza dalam program On Focus di YouTube Tribunnews.com, dikutip Rabu (10/6/2026).

Tangis dari Balik Rutan: "Bu Elza, Saya Siap Mati, Titip Anak Istri"

Di balik keberaniannya menyeret nama-nama besar, kondisi psikologis Sony Sonjaya dilaporkan berada dalam tekanan dan ketegangan yang teramat mendalam.

Elza menceritakan momen emosional yang menyayat hati saat dirinya mendampingi sang klien di dalam rutan. Sony tampaknya sadar betul konsekuensi berbahaya dari keputusannya menjadi justice collaborator (JC).

"Akhirnya Pak Sony bilang 'ya sudah, saya buka saja'. Terus dia diam, dan bilang gini: 'Bu Elza, saya siap mati'. Saya langsung potong, 'jangan Pak, jangan mati karena ucapan itu adalah doa'. Kemudian dia berbisik lagi, 'Bu Elza, saya pesan titip anak dan istri saya'. Saya yang dengar juga agak sedih," kenang Elza emosional.

Pasca-percakapan dramatis tersebut, Sony langsung memantapkan niatnya untuk "bernyanyi" di hadapan penyidik Jampidsus Kejagung.

Seluruh nama tokoh penting, yang kini totalnya mencapai 26 orang, beserta rekam jejak digital obrolan mengenai "jual beli titik" dapur MBG telah diserahkan.

Elza pun mewanti-wanti penyidik agar menjaga ketat ponsel milik Sony yang kini disita sebagai barang bukti kunci.

Istana Angkat Bicara

Nyanyian maut dari kubu Sony Sonjaya ini langsung memantik reaksi keras dari lingkaran Istana Kepresidenan.

Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menegaskan bahwa pemerintah menghormati penuh seluruh proses hukum yang kini sedang bergulir di Kejaksaan Agung.

Qodari memastikan tidak akan ada payung atau perlindungan politik apa pun bagi siapa saja pejabat yang terbukti mencuri uang rakyat, dari klaster mana pun mereka berasal.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved