VIDEO Ruas Jalan Provinsi Berlubang dan Berkubang di Pringsewu Ditimbun Sabes
Jalan provinsi berlubang dan berkubang di ruas Jalan KH Gholib kini mengalami penimbunan. Jalan rusak itu ditimbun pakai sabes, Kamis, 9 Januari 2020
Penulis: ikhsan dwi nur satrio | Editor: Noval Andriansyah
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Jalan provinsi berlubang dan berkubang di ruas Jalan KH Gholib kini mengalami penimbunan.
Jalan rusak itu ditimbun pakai sabes, Kamis, 9 Januari 2020.
Kanit Dikyasa Lalu Lintas Sat Lantas Polres Pringsewu Aipda Yuliansyah Idrus mengungkapkan, timbunan tersebut dari Dinas Pekerjaan Umum.
Yuliansyah mengatakan bila pihaknya telah melakukan survey di ruas jalan provinsi tersebut sebagai kegiatan Road Safety Is Zero Accident.
"Kami berusaha bagaimana supaya di ruas jalan itu tercipta keamanan keselamatan ketertiban dan kelancaran Lalu Lintas," ungkapnya, Kamis.
• Pemprov Lampung Kucurkan Rp 20 Miliar Perbaiki Jalan Rusak Ryacudu, Akan Kembali Dirigid Beton
• VIDEO Ayu Azhari Sudah Tahu Anaknya Jadi Tersangka Penyuplai Senjata Api Ilegal
• VIDEO Ayu Ting Ting Ingin Ketemu Garaga Panji Petualang
Mengingat, tambah dia, sekarang ini adalah musim penghujan.
Tiap kali hujan, kata Yuliansyah, ruas jalan yang ditimbun sabes ini kerap kali terjadi kemacetan.
"Ruas jalan tersebut tergenang air yang tingginya bisa mencapai 50 senti meter, bahkan lebih jikalau hujan lebat turun," katanya.
Ditambahkan Yuliansyah, kondisi itu diperparah dengan saluran pembuangan air yang ada di bahu jalan tidak berfungsi dengan baik.
Menurut dia, tidak sedikit kendaraan roda dua yang mogok akibat melewati ruas jalan tersebut.
"Adakalanya kendaraan roda empat jenis sedan macet pada ruas jalan ini. Sehingga masyarakat pengguna jalan terpaksa mencari jalan alternatif untuk menghindari ruas jalan tersebut," ungkapnya.
Tidak hanya pada titik yang ditimbun tersebut, Yuliansyah mengatakan bila beberapa ruas jalan provinsi lainmya juga membutuhkan penanganan yang tepat dan cepat.
(Tribunlampung.co.id/Robertus Didik Budiawan Cahyono)
Videografer Tribunlampung.co.id/Ikhsan Dwi Nur Satrio