Artis Cerai dengan Sultan Kelantan, Miss Moscow 2015 Dapat Miliaran, Kini Hidupnya Jadi Begini
Selain meminta uang, wanita yang kini dipanggil Rihana Oksana Petra ini juga menuntut diberi sejumlah properti.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Artis model sekaligus Miss Moscow 2015 Oksana Veovodina akhirnya berpisah dengan Sultan Kelantan Muhammad V.
Hanya saja, kabar mencengangkan justru datang dari permintaan Oksana Veovodina terkait syarat cerai kepada suaminya.
Selain meminta uang, wanita yang kini dipanggil Rihana Oksana Petra ini juga menuntut diberi sejumlah properti.
TribunSolo.com mengutip Daily Mail, sumber yang dekat dengan Sultan menyebut jika Oksana meminta rumah mewah di London.
Harga rumah tersebut bisa dibilang fantastis, yakni 8 juta poundsterling atau sekitar Rp 140 miliar.
Berkas perceraian keduanya dikabarkan telah diajukan di Syariah Court of Singapore pada 22 Juni 2019 dan sudah diproses pada 1 Juli 2019.
• Wanita Pengantin Baru Tewas, Berawal dari Suami yang Minta Tidur Terpisah
• Teddy Ingin Hidupkan Lina Istrinya dari Kematian, Kesal Dituduh Mantan Punya Ilmu Hitam

Sementara nafkah bulanan untuk putranya bersama Sultan, Oksana disebut-sebut minta Rp 400 juta per bulan.
Bercerai dari Sultan Kelantan, Oksana mengaku semakin menikmati kebahagiaannya.
Namun ia mengaku bahagia bukan karena harta benda, melainkan karena kini merasakan kebebasan.
Sebagaimana hal tersebut ia unggah di akun Instagramnya, beberapa hari lalu.
Oksana Petra memposting pose dirinya mengenakan gaun di Dubai.
• Wanita Driver Ojek Online Tewas Ditusuk 11 Kali, Pelaku Masuk dari Jendela Kamar
• Pasangan Kekasih di Lampung Jual Narkoba ke Kampung-kampung untuk Modal Nikah
"Apakah ada kehidupan setelah perceraian? Mungkin, ada pertanyaan seperti itu bagi banyak orang yang telah menghadapi masalah ini ...
Saya akan menceritakan tentang diri saya sendiri. Satu tahun yang lalu saya berpikir bahwa saya tidak akan bisa bertahan hidup dengan bayi bersama saya...
enam bulan yang lalu saya masih merasa sangat sedih dan sakit, tetapi saya sudah mulai bekerja banyak dan membuat diri saya sangat sibuk, semaksimal mungkin,
dan setelah beberapa bulan saya menjadi begitu terbawa sehingga saya akhirnya menghargai rasa kebebasan.