VIDEO Nuansa Klasik dan Megah di Masjid Al Furqon Bandar Lampung
Memasuki Masjid Al Furqon Bandar Lampung, kesan klasik namun megah terasa.
Penulis: Wahyu Iskandar | Editor: Reny Fitriani
TRIBUNLAMPUNGTRAVEL.COM, BANDAR LAMPUNG - Memasuki Masjid Al Furqon Bandar Lampung, kesan klasik namun megah terasa.
Masjid ini merupakan masjiad terbesar di Kota Bandar Lampung dan Provinsi Lampung.
Sejarah Masjid Al Furqon Bandar Lampung dimulai pada tahun 1958.
Pembangunan Masjid Al Furqon Bandar Lampung ini bermula dari keinginan masyarakat muslim Kotamadya Tanjung Karang - Teluk Betung bersama Pemerintah Karesidenan Lampung untuk mendirikan bangunan rumah ibadah berupa masjid.
Mulanya rencana pembangunan ini akan berlokasi di Pasar Bambu Kuning.
• VIDEO Wisata Outbond Menantang di Kedaung Camp 91
• VIDEO Makan Buah Gratis dan Foto Selfie Nuansa Kebun Bunga di PKK Agropark Lampung
• VIDEO Spot Foto Instagramable Berlatar Keindahan Teluk Lampung di Muncak Tirtayasa Teropong Laut
Karena beberapa permasalahan akhirnya lokasi tersebut tidak dijadikan pilihan.
Saat itu ibukota Karesidenan Lampung yaitu Teluk Betung dan kotamadya ibukotanya kembar yaitu Tanjung Karang - Teluk Betung.
Oleh karenanya dipilih Lungsir menjadi lokasi sebab berada di antara dua kota Tanjung Karang dan Teluk Betung.
Pembangunan awal dipimpin Muhammad Mangoendiprojo, yang saat itu merupakan Residen Lampung yang ke 5.
Tanah itu dibeli dari 4 bersaudara bernama Djalis, Djasmika, Djamani, dan Djalaluddin bin Lidin.
Tanah tersebut seluas 3858 M2 dengan harga Rp 50 ribu.
Kemudian selanjutnya membeli tanah dari keluarga Maqad seluas 57.000 M2 dengan harga Rp 150 ribu.
Harga kedua tanah tersebut memang tidak berimbang sebab sebagian tanahnya tidak dijual melainkan diwakafkan.
Uang yang dipakai untuk membeli merupakan bantuan dari pemerintah dan adalah masyarakat Islam Kresidenan Lampung sehingga tanah tersebut disebut wakaf umat.
Hingga saat ini pembangunannya terdiri dari 5 tahap.