Cara Bedakan Ular Berbisa dan Tak Berbisa dan Cara Mencegah Ular Masuk dalam Rumah
Berikut Tips cara bedakan Ular berbisa dan tidak berbisa dari ahlinya, serta cara mencegah Ular masuk dalam Rumah.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Kejadian teror Ular masuk rumah warga menghiasi pemberitaan beberapa bulan terakhir.
Teror Ular tersebut tak hanya terjadi di satu daerah, tetapi hampir terjadi di seluruh daerah di Indonesia, termasuk di Lampung, sehingga menyebabkan kekhawatiran di tengah-tengah masyarakat.
Berikut Tips cara bedakan Ular berbisa dan tidak berbisa dari ahlinya, serta cara mencegah Ular masuk dalam Rumah.
Komunitas pecinta Ular asal Purwakarta yakni Natrix memberikan Tips cara bedakan Ular berbisa dan tidak berbisa.
Ketua Natrix Purwakarta, Raynanada Gumilang mengatakan satu hal yang perlu Anda lakukan jika bertemu dengan Ular yakni tenang dan jangan panik.
• Penemuan Ular Sanca 3 Meter di Saluran Air Kantor Dispora Lampung Bikin Heboh Pegawai
• Cara Mencegah Ular Masuk Dalam Rumah, Bukan dengan Keset atau Tali Ijuk
• Dijanjikan Umrah Gratis Sekeluarga, Pria Ajak Adik Jadi Pembunuh Pembayaran di Medan
• 3 Bulan Ditahan Rumah Sakit, Bayi Delfa Pulang setelah Ada Donatur yang Bayar Biaya RS
Karena, kata Raynanada Gumilang, hewan melata ini tak semuanya berbisa.
Menurut Raynanada Gumilang, ada 2.000 spesies Ular di dunia ini.
Namun, lanjut Raynanada Gumilang, hanya ada sekitar 200 spesies Ular saja yang memiliki bisa.
Seperti Ular sendok, Ular tanah, Ular hijau, Ular laut, Ular pohon, Ular welang, hingga Ular kobra.
"Orang awam memang agak susah bedakan mana Ular berbisa dan tidak. Padahal ada cirinya loh yang bisa kita jadikan patokan saat bertemu Ular," ujar Raynanada Gumilang seperti dikutip dari TribunJabar.id, Rabu (15/1/2020).
Pertama, jelas Raynanada Gumilang, Ular berbisa itu biasanya ditandai dengan ciri khusus, seperti miliki gigi taring kecil.
Lalu, sebagian kepalanya berbentuk segitiga.
"Nah, jika digigit itu maka akan ada bekas gigitan berupa luka halus yang berbentuk lengkungan," kata Raynanada Gumilang.
Selanjutnya, terus Raynanada Gumilang, ciri lainnya ialah Ular berbisa memiliki warna yang terang dan mencolok, serta memiliki mata lebih lonjong dengan pupil berbentuk elips.
"Ular berbisa juga miliki lubang dekat lubang hidung yang berguna mencari mangsa berdarah panas, serta biasanya Ular berbisa miliki satu baris pada sisiknya," ujar Raynanada Gumilang.
Tak hanya itu nih, imbuh Raynanada Gumilang, ciri Ular berbisa jika di dalam air saat berenang itu pergerakannya terlihat seluruh badannya.
Sedangkan Ular tak berbisa, menurut Raynanada Gumilang, memiliki ciri di antaranya miliki dua gigi taring besar di bagian rahang atas.
"Jika digigit Ular tak berbisa itu maka akan ada bekas gigitan berupa dua lubang gigitan utama yang disebabkan oleh gigi taring," ujar Raynanada Gumilang.
Selain itu, kata Raynanada Gumilang, Ular tak berbisa umumnya miliki sisik dengan pola sederhana, mata dan pupil bulat.
"Semoga dengan ciri-ciri ini bisa bermanfaat dan diharapkan bisa lebih waspada terhadap spesies Ular berbisa di lingkungan rumah," ujar Ray.
Cara Mencegah Ular Masuk dalam Rumah
Akhir-akhir ini, kasus Ular masuk ke pemukiman warga semakin marak.
Kasus terbaru Ular masuk Rumah terjadi di Bandar Lampung, tepatnya di Kampung Baru.
Bagaimana cara mencegah Ular masuk ke dalam Rumah?
Di kalangan masyarakat pun beredar informasi mengenai pencegahan agar Ular tidak datang dan masuk ke dalam Rumah.
Namun, berhati-hatilah karena tidak semua informasi yang beredar itu benar.
Bahkan, tak sedikit informasi yang justru salah.
Dilansir Kompas.com, pakar Gigitan Ular dan Toksikologi, DR. dr. Tri Maharani, M.Si SP.EM meluruskan beberapa informasi salah yang beredar di masyarakat.
Misalnya, anjuran mempersiapkan keset atau tali ijuk di sekeliling Rumah.
Maha menegaskan, Ular sama sekali tidak takut dengan ijuk.
"Ular itu buta dan tuli. Dia tidak bisa takut oleh ijuk. Dia tidak bisa lihat ketika dikasih ijuk, kayu. Dia cuma takut sama satu hal, namanya manusia," kata Maha, seperti dikutip dari Kompas.com, Jumat (20/12/2019).
Informasi lainnya yang dinilai tidak benar adalah mengenai ketersediaan Serum Anti Bisa Ular (SABU).
Pertama, hal yang perlu diutamakan ketika seseorang terkena gigitan Ular adalah penanganan pertama yang dilakukan secara tepat, bukan SABU.
Sebab, masih banyak pihak yang salah dalam melakukan penanganan pertama korban gigitan Ular, sehingga membuatnya nyawanya tak tertolong.
"Anti-venom bukan sesuatu yang prinsip, yang prinsip adalah pertolongan," ucapnya.
Kedua, Rumah sakit juga tidak bisa dipaksa untuk menyediakan SABU.
Sebab, SABU memiliki masa kadaluwarsa hanya hingga dua tahun.
Maka jika tidak ada pasien gigitan Ular, Rumah sakit akan rugi.
SABU juga tidak bisa dibeli oleh masyarakat biasa, namun harus dibeli dengan resep dokter.
Penyimpanan SABU juga tidak boleh sembarangan, melainkan harus disimpan dalam sebuah tempat penyimpanan dengan suhu 2 hingga 8 derajat Celcius.
"Kalau ditaruh di kulkas lalu dibuka suhunya naik menjadi 20 derajat itu akan rusak," tutur Kepala IGD RS Umum Daha Husada, Kediri, Jawa Timur itu.
Lalu, apa yang masyarakat harus lakukan untuk mencegah Ular masuk ke dalam Rumah?
1. Jangan panik
Maha mengingatkan agar masyarakat tidak panik, bahkan jika melihat Ular masuk ke dalam Rumah.
Jangan panik dan tetaplah diam.
Sebab, penglihatan dan pendengaran kebanyakan Ular tidak tajam.
Ular biasanya mendeteksi sensor gerak dan panas, sehingga ia tidak akan menyerang objek yang diam.
Bahkan sekalipun kamu sebelumnya bergerak, hentikan gerakanmu.
Karena jika kamu bergerak, Ular justru akan merasa terancam.
"Ular tidak akan menggigit kalau tidak merasa terancam.
Jadi kalau kita tidak mukul, tidak pegang dia tidak akan menggigit," tutur penasehat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk gigitan Ular itu.
2. Bersihkan Rumah dari makanan Ular
Jaga agar Rumah tetap bersih, terutama dari makanan Ular seperti tikus, katak atau unggas.
Itulah mengapa kita dilarang memelihara unggas, misalnya ayam, di dalam Rumah karena berpotensi mengundang Ular masuk.
Jika memiliki kolam, jangan lupa untuk rutin membersihkannya setidaknya seminggu sekali sehingga kolam tidak rawan didatangi katak.
"Intinya, kita tidak akan lihat Ular masuk Rumah kalau kita tidak membuat si Ular mendapatkan sesuatu yaitu makanannya. Karena reptil cuma satu tujuannya, makan," kata Maha.
Sama halnya jika kamu memiliki pekarangan yang rimbun atau kebun di Rumah.
Pastikan kamu rutin memangkas tanaman karena Ular sangat senang berdiam di antara bebatuan atau semak belukar.
Jika pekarangan rajin dipangkas, Ular tak akan betah berdiam karena merasa habitatnya diacak-acak dan diganggu.
“Potongi rutin seminggu sekali supaya tahu apakah ada Ularnya atau tidak. Ular akan menetap karena habitatnya tidak diganggu,” kata perempuan yang pernah menempuh pendidikan di Universiteit Leuven, Belgia itu.
Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id
Demikian, Tips cara bedakan Ular berbisa dan tidak berbisa dari ahlinya, serta cara mencegah Ular masuk dalam Rumah. (*)