Kisah Artis Menolak Tua dan Sosialita dengan Suntik Sel Punca, Rela Kocek Miliaran Demi Awet Muda

Tak sedikit klinik kecantikan menawarkan perawatan demi menambah keindahan kulit maupun membentuk tubuh menjadi lebih menarik.

Tribunnews.com/JEPRIMA
Ilustrasi - Kisah Artis Menolak Tua dan Sosialita dengan Suntik Sel Punca, Rela Kocek Miliaran Demi Awet Muda. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Gaya hidup Sosialita di kota-kota besar, seperti Jakarta, memang tak bisa lepas dari gaya glamor.

Seiring dengan gaya hidup glamor itu, klinik kecantikan pun menjamur di Jakarta.

Klinik ini menawarkan beragam perawatan tubuh hingga kecantikan wajah demi menjaga penampilan.

Tak sedikit klinik kecantikan menawarkan perawatan demi menambah keindahan kulit maupun membentuk tubuh menjadi lebih menarik.

Belakangan kembali marak soal penggunaan sel punca sebagai metode mencegah penuaan pada kulit.

 
Digrebeknya salah satu klinik yang menawarkan pelayanan terapi sel punca secara ilegal oleh polisi, yakni Hubsch Clinic di bilangan Kemang, Jakarta Selatan, membuat publik bertanya-tanya soal aturan penggunaan sel punca untuk keperluan kecantikan.
ilustrasi
ilustrasi (Tribunnews/JEPRIMA)

Sebenarnya apa yang dirasakan konsumen usai melakukan perawatan kecantikan dengan sel punca atau stem cell ini?

Tribunnews.com Network menelusuri ternyata para pasien di klinik kecantikan ini adalah kalangan orang berkantong tebal, sebab sekali perawatan harus mengeluarkan uang hingga ratusan juta.

Seorang istri pengusaha dan Sosialita, sebut saja Vina (nama samaran), beberapa waktu lalu menceritakan kepada Warta Kota (Tribunnews.com Network) terkait fenomena meremajakan diri yang dilakukan orang-orang berduit.

Sebagian melakukan jalan pintas dengan cara operasi plastik.

Suasana Klinik Hubsch di Kawasan Kemang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Senin (13/1/2020)
Suasana Klinik Hubsch di Kawasan Kemang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Senin (13/1/2020) (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Namun, sebagian lagi memilih cara lain yakni dengan melakukan suntik kolagen maupun terapi stem cell atau sel punca.

Dikatakan perempuan 53 tahun itu, suntik vitamin atau metode stem cell lebih dipilih karena dianggap lebih praktis dan hasil yang didapatkan bisa dirasakan dalam waktu cukup singkat.

Biasanya, mereka yang memilih metode ini berusia di atas 40 tahun atau ketika kulit sudah mulai mengalami keriput.

Meskipun harus merogoh kocek cukup dalam, perempuan dan pria kalangan atas tetap tertarik menggunakan metode tersebut untuk membuat kulit menjadi lebih cerah, putih, dan kencang.

Meskipun harus merogoh kocek cukup dalam, perempuan kalangan atas tetap tertarik menggunakan metode tersebut untuk membuat kulit menjadi lebih cerah, putih, dan kencang.

"Harganya biasanya ada paket-paketnya. Dari ratusan juta hingga miliaran rupiah. Saya sendiri ambil paket yang ratusan juta saja. Itu terdiri dari 10 kali konsultasi dan perawatannya, termasuk suntiknya," ujar Vina yang enggan menyebut identitas aslinya.

Hubsch Clinic, yang terletak di Ruko Bellepoint, Jalan Kemang Selatan VIII, Selasa (14/1/2020). Klinik tersebut digrebek polisi karena praktik suntik sel punca atau stem cell ilegal.
Hubsch Clinic, yang terletak di Ruko Bellepoint, Jalan Kemang Selatan VIII, Selasa (14/1/2020). Klinik tersebut digrebek polisi karena praktik suntik sel punca atau stem cell ilegal. (Warta Kota/Feryanto Hadi)
Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved