Mobil Bekas
Perawatan Mobil Terendam Banjir, Biaya dan Cara Pencegahannya
Langkah awal, mobil terendam banjir harus mendapatkan penanganan secara menyeluruh, termasuk oli atau semua yang berhubungan dengan cairan.
Penulis: Tama Yudha Wiguna | Editor: Daniel Tri Hardanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Banjir tidak hanya berdampak menimbulkan kerusakan pada rumah dan jalan, namun juga mobil kesayangan Anda.
Mobil yang terendam banjir sudah selayaknya mendapatkan perhatian dan penanganan secara khusus.
Berikut cara perawatan dan biaya perbaikan mesin mobil terendam banjir.
Service Advisor Astra Daihatsu Bandar Lampung Galuh Perdana menjelaskan, sebelum berbicara lebih jauh mengenai perawatan dan biaya perbaikan mobil terendam banjir, ada baiknya pemilik kendaraan memahami sejumlah hal.
Dengan begitu, kerusakan yang terjadi pada mobil kesayangan dapat diminimalisasi.
• Mobil Nekat Terjang Banjir? Ini Risiko Fatal yang Bisa Terjadi
• Begini Ciri-ciri Mobil Bekas Terendam Banjir
• Harga Mobil Bekas Kia Carens, Termurah Cuma Rp 25 Juta
• Harga Mobil Bekas Hyundai Avega, Keluaran 2007 Cuma Rp 45 Juta
"Ada baiknya kalau sudah ada tanda-tanda akan terjadi banjir dengan hujan yang tak kunjung henti, lebih baik segera cabut aki mobil," jelas Galuh kepada Tribunlampung.co.id, Kamis (9/1/2020).
"Supaya menghindari terjadinya korslet kelistrikan yang ada di mobil," sambungnya.
Jika banjir telah surut, Galuh menyarankan agar mobil tidak dinyalakan.
"Lebih baik segera panggil towing (derek) dan bawa ke diler resmi mobil. Atau hubungi teknisi dari diler atau orang kepercayaan yang bisa dipanggil ke rumah," sarannya.
Langkah awal, mobil terendam banjir harus mendapatkan penanganan secara menyeluruh, termasuk oli atau semua yang berhubungan dengan cairan.
"Itu semua harus diganti. Sebab jika mobil terendam banjir, air sudah pasti masuk dan akan bercampur dengan semua cairan di mobil," beber Galuh.
Bila tidak diganti, kerusakan fatal pada mesin mobil tinggal menunggu waktu.
Bahkan tidak menutup kemungkinan terjadinya water hummer, yakni kondisi air dalam jumlah banyak masuk ke ruang bakar dan tidak bisa dikompres hingga proses pembakaran mesin menjadi terganggu.
"Kalau itu tidak dilakukan dan mobil dipaksa untuk hidup, ya air yang tercampur ke dalam oli bisa masuk ke mesin dan bisa menimbulkan karat," ungkap Galah.
"Parah-parahnya bisa terjadi water hummer. Akibatnya, mesin mobil bisa pecah," lanjutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/perawatan-mobil-terendam-banjir-1.jpg)