Kasus Narkoba di Tanggamus

BREAKING NEWS Polres Tanggamus Tangkap 5 Orang Kasus Narkoba, Bandar sampai Pemakai

Satresnarkoba Polres Tanggamus menangkap lima pelaku yang terlibat dalam kasus narkoba di Kota Agung, Kamis (16/1/2020).

BREAKING NEWS Polres Tanggamus Tangkap 5 Orang Kasus Narkoba, Bandar sampai Pemakai
Tribun Lampung/Tri
Satnarkoba Tanggamus mengamankan para pelaku narkoba di Kota Agung, Kamis (16/1/2020). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTA AGUNG - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tanggamus menangkap lima pelaku yang terlibat dalam kasus narkoba di Kota Agung, Kamis (16/1/2020).

Salah satunya bandar narkoba bernama Marwansyah alias Kasdi (31), warga Pekon Negeri Ratu, Kecamatan Kota Agung.

Dia tercatat sebagai residivis kasus narkoba yang baru keluar penjara pada Juni 2019.

Kemudian, dua pengedar yang merupakan kaki tangan dari Marwansyah.

Keduanya Dede Saputra alias Rawing (33) dan Jasroni alias Jas (42), warga Pekon Negeri Ratu. 

Tersangkut Narkoba, Bagaimana Status Oknum PNS Rupbasan Bandar Lampung?

BREAKING NEWS Isap Sabu, Oknum PNS Rupbasan Jalani Sidang Perdana

BREAKING NEWS Duel dengan Pelaku Curanmor, Warga Bandar Lampung Kena Tusuk

Satu Pelaku Curanmor Diduga Pakai Jaket Ojol, Korban Luka Tusuk dan Diacungi Pistol

Dari hasil pengembangan, Satnarkoba turut mengamankan dua pemakai.

Mereka adalah remaja perempuan berinisial NA (18), warga Kecamatan Talang Padang, dan Hendra (37), warga Kelurahan Pasar Madang, Kecamatan Kota Agung.

Kelimanya ditangkap di tiga lokasi.

Mulanya polisi menangkap Kasdi, lalu Dede Saputra dan NA di tempat indekos di Kelurahan Baros, Kota Agung.

Mereka sedang bertransaksi dan memakai narkoba. 

"Kami melakukan upaya penangkapan salah satu bandar narkoba di wilayah Kota Agung. Pelaku merupakan residivis dalam perkara yang sama. Saat penangkapan terdapat orang yang bertransaksi dan menggunakan narkoba," ujar Kasatnarkoba AKP Hendra Gunawan.

Ia mengatakan, di tempat kos tersebut diamankan 27 plastik klip berisi sabu dengan berat bruto 16,31 gram, 3,5 butir pil ekstasi warna oranye, dua timbangan digital, dan delapan paket plastik berisi plastik klip transparan. 

Lalu tujuh plastik klip berisi plastik klip kosong bekas pakai, dua skop terbuat dari pipet/sedotan plastik, dua alat isap sabu/bong, delapan ponsel, tas pinggang dan dompet.

Kasdi mengaku menjual sabu di wilayah Kota Agung dengan harga bervariasi yakni paket Rp 100 ribu, Rp 150 ribu, dan Rp 200 ribu.

Ia hanya menunggu pembeli datang ke tempatnya. (tribunlampung.co.id/tri yulianto)  

Penulis: Tri Yulianto
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved