Tanya Dokter
Apa Itu Alergi Obat? Berikut Gejala, Penyebab dan Cara Mengobatinya
Alergi obat adalah kondisi di mana manusia mengalami reaksi alergi pada sistem kekebalan di dalam tubuh.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Alergi obat adalah kondisi di mana manusia mengalami reaksi alergi pada sistem kekebalan di dalam tubuh. Alergi obat biasanya muncul dikarenakan obat tertentu. Lalu, apa itu alergi obat, gejala dan penyebab alergi obat serta bagaimana cara obati alergi obat?
Alergi obat terjadi karena sistem kekebalan tubuh manusia salah dalam mengenali sebuah zat dan menganggap zat tersebut sebagai bahan yang berbahaya.
Dokter praktik di Bandar Lampung dr Boy Zaghlul Zaini mengatakan, alergi obat bukan merupakan sebuah tindakan malapraktik.
“Karena sering kali pada sejumlah kasus, si pasien sendiri tidak mengetahui tubuhnya alergi terhadap suatu obat dan sekali lagi ini bukan malapraktik,” tegas Boy kepada Tribunlampung.co.id, Rabu (15/1/2020).
“Terlebih, alergi obat itu sendiri dapat diketahui setelah terjadi,” lanjutnya.
• Apa Itu Batuk Darah, Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Pencegahan Batuk Darah
• Apa Itu Angin Duduk, Kenali Gejala, Cara Pencegahan dan Cara Obati Angin Duduk
• Apa Itu Flu Singapura, Faktor Risiko, Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Pencegahan Flu Singapura
• Apa Itu Gangguan Jiwa, Penyebab, Faktor Risiko, Gejala, Pengobatan dan Pencegahan Gangguan Jiwa
PNS di RSUD Abdul Moeloek ini menyampaikan agar setiap dokter selalu menanyakan, apakah si pasien alergi tertentu terhadap sebuah obat.
“Jika jawabannya tidak tahu, maka kita harus berpesan ‘kalau bapak atau ibu setelah meminum obat ini mendapatkan reaksi alergi seperti gatal-gatal dan lain-lainnya, setop untuk mengonsumsi obat ini dan kembali melakukan pemeriksaan’,” kata Boy.
Lebih lanjut, ia menjelaskan ada dua jenis obat yang umumnya kerap kali menimbulkan alergi obat.
“Terutamanya, obat penahan sakit dan antibiotik. Itu yang banyak terjadi. Tapi jangan salah, ada juga yang alergi terhadap obat alergi seperti CTM. Jadi alergi obat tidak bisa diprediksi dan terjadi setelah dikonsumsi,” terang Boy.
Bagaimana gejala alergi obat?
Umumnya, alergi obat memunculkan sebuah gejala seusai pasien mengonsumsi obat.
Kendati demikian, gejala pada alergi obat tidak langsung muncul, namun secara bertahap.
Berikut gejala umum yang akan dialami akibat alergi obat:
1. Ruam kemerahan atau bentol pada kulit
2. Gatal
3. Demam
4. Bengkak
5. Sesak napas atau napas berbunyi
6. Hidung beringus
7. Batuk
8. Mata gatal dan berair
Selain itu, ada gejala lain alergi obat berat:
1. Jantung berdetak cepat
2. Saluran pernapasan dan tenggorokan menyempit, sehingga sulit bernapas
3. Gelisah dan cemas
4. Pusing
5. Hilang kesadaran atau pingsan
6. Tekanan darah turun drastis
Bahkan, tidak menutup kemungkinan alergi obat bisa mengancam nyawa penderita. Terlebih, bila merasakan gejala seperti:
1. Kulit berwarna kemerahan dan nyeri
2. Kulit bagian luar mengelupas
3. Kulit terlihat melepuh
4. Demam
5. Ruam atau lenting menyebar ke mata, mulut, dan area kelamin
Oleh karenannya, bila sejumlah Gejala tersebut telah muncul ada baiknya pengidam alergi obat memeriksakannya ke dokter.
Hal tersebut supaya mendapatkan penanganan secara tepat.
Apa penyebab alergi obat?
Umumnya, alergi obat disebabkan karena sistem kekebalan tubuh manusia salah dalam mengenali sebuah zat dan menganggap zat tersebut sebagai bahan yang berbahaya.
Oleh karena itu menyebabkan antibodi menjadi lemah dan terjadi alergi obat.
Berikut jenis obat yang biasanya menyebabkan alergi:
1. Antibiotik (contohnya Penisilin)
2. Anti-radang (antiinflamasi) nonsteroid
3. Aspirin
4. Krim atau losion kortikosteroid
5. Antikejang (antikonvulsan)
6. Obat-obatan penyakit autoimun
7. Obat-obatan herbal
8. Insulin
9. Vaksin
10. Obat-obatan hipertiroidisme
11. Obat-obatan kemoterapi
12. Obat-obatan infeksi HIV dan AIDS
13. Produk bee pollen
14. Bahan kontras yang digunakan pada tes pencitraan (radiocontrast media)
15. Obat untuk mengatasi rasa sakit
16. Obat bius (anestesia)
Apa faktor risiko dari alergi obat?
Umumnya, tidak semua manuasia dapat mengalami alergi obat, kendati terdapat sejumlah faktor risiko dari alergi obat, seperti:
1. Peningkatan paparan terhadap suatu obat
Misalnya karena penggunaan berulang, dalam waktu yang panjang, atau dengan dosis yang tinggi.
2 Keturunan
Jika terdapat anggota keluarga yang alergi terhadap suatu obat, seseorang akan lebih beresiko mengalami alergi obat.
3. Memiliki alergi jenis lain, misalnya alergi makanan
4. Memiliki alergi terhadap obat-obatan yang lain
Misalnya seseorang yang alergi terhadap Penisilin juga akan alergi dengan Amoxicillin.
5. Mengidap penyakit tertentu
Seperti, HIV atau infeksi virus Epstein-Barr.
Bagaimana cara obati alergi obat?
Terdapat sejumlah cara untuk melakuakan pengobatan di saat tubuh mengalami alergi obat, seperti:
1. Berhenti menggunakan obat yang menyebabkan reaksi alergi.
2. Pemberian obat antihistamin untuk menghambat sistem kekebalan tubuh teraktivasi selama reaksi alergi.
3. Pemberian obat kortikosteroid untuk mengatasi peradangan akibat reaksi alergi yang serius.
4. Suntikan adrenalin bagi pengidap dengan gejala yang berat atau anafilaksis.
Bagaimana cara pencegahan alergi obat?
Alergi obat timbul sehabis mengonsumsi sebuah obat tertentu. Oleh karenanya, cara yang paling tepat dalam pencegahan alergi obat yakni menghindari obat yang menyebabkan alergi.
Selain itu, terdapat pula beberapa upaya guna pencegahan pada alergi obat, seperti:
1. Memberitahu dokter atau petugas kesehatan mengenai riwayat alergi obat sebelum menjalani penanganan medis apa pun.
2. Atau dengan menggunakan gelang atau kalung penanda alergi jika memungkinkan.
Demikian penjelasan apa itu alergi obat, gejala dan penyebab alergi obat serta cara obati alergi obat.(Tribunlampung.co.id/Tama Yudha Wiguna)