Tanya Dokter

Apa Itu Hipertensi Sekunder, Kenali Gejala, Penyebab dan Cara Obati Hipertensi Sekunder

Dokter Praktik Umum di Bandar Lampung Asih Hendrastuti mengatakan Hipertensi sekunder merupakan penyakit tekanan darah tinggi

Penulis: Resky Mertarega S | Editor: Heribertus Sulis
shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID – Hipertensi sekunder adalah kondisi tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh penyakit tertentu, Hipertensi sekunder dapat disebabkan oleh gangguan pada pembuluh darah, ginjal, jantung, atau sistem kelenjar endokrin.

Setelah mengetahui apa itu Hipertensi sekunder, bagaimana cara obati Hipertensi sekunder?

Dokter Praktik Umum di Bandar Lampung Asih Hendrastuti mengatakan Hipertensi sekunder merupakan penyakit tekanan darah tinggi yang disebabkan satu hal yaitu ia sebelumnya mengidap salah satu penyakit.

“Contohnya karena kehamilan dimana jantung seorang ibu harus memompa darah ke janin, jadi ibu yang hamil biasanya mengalami darah tinggi dan penyebabnya adalah kehamilan,” kata dr.Asih Hendrastuti, (Rabu,15/1/2020)

Apa penyebab Hipertensi sekunder?

“Hipertensi sekunder dapat disebabkan oleh berbagai kondisi kesehatan, salah satunya adalah penyakit ginjal.” Kata dr.Asih Hendrastuti.

Hal ini terjadi karena ginjal menghasilkan hormon yang mengatur tekanan darah (renin).

Bila terjadi penyakit ginjal, produksi hormon renin juga akan terganggu, sehingga tekanan darah meningkat.

Beberapa contoh penyakit ginjal yang dapat menyebabkan hipertensi sekunder adalah penyakit ginjal polikistik dan glomerulonefritis.

Selain penyakit ginjal, gangguan pada kelenjar adrenal juga dapat menyebabkan hipertensi sekunder. 

Kelenjar adrenal berperan dalam memproduksi hormon yang juga membantu mengendalikan tekanan darah.

Apa Itu Bronkitis, Jenis Penyakit Bronkitis, Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Obati Bronkitis

Ketika mengalami gangguan, kelenjar adrenal akan memproduksi hormon secara berlebihan sehingga tekanan darah dapat meningkat.

Beberapa jenis gangguan pada kelenjar adrenal antara lain:

1. Sindrom Cushing.

2. Sindrom Conn.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved