Jokowi dan Prabowo Saksikan Drone Intai Elang Hitam Buatan Indonesia

Usai memberikan sambutannya dalam acara Rapat Pimpinan Kementerian Pertahanan (Kemhan) 2020, Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pertahanan Prabow

Penulis: Gusti Amalia | Editor: Romi Rinando
Gita Irawan
Jokowi dan Prabowo Saksikan Drone Kombatan Elang Hitam Buatan Indonesia 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Presiden Joko Widodo bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto melihat Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) atau drone Elang Hitam buatan Indonesia yang dipamerkan di halaman kantor Kemhan Jakarta Pusat pada Kamis (23/1/2020).

Sebelum mendekati drone tersebut, Jokowi tampak menunjuk-nunjuk drone tersebut sambik berbincang dengan Prabowo.

Terlihat keduanya juga sempat mendengar penjelasan dari staf terkait dengan drone tersebut.

Kemudian Jokowi didampingi Prabowo dan Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko mendekat ke drone tersebut dan mendengarkan penjelasan lebih jauh.

Setelah mendengar penjelasan selama sekira tiga menit, mereka kemudian masuk ke dalam ruang pameran Industri Pertahanan Swasta Nasional yang digelar di halaman Kemhan.

VIDEO Nenek Sebatang Kara Ditendang Gara-gara Dituduh Mengutil

VIDEO Kivlan Zen Tuding Wiranto Korupsi Uang Rp 10 Miliar

VIDEO Kontroversi Sunda Empire, Klaim Bisa Hentikan Senjata Nuklir

Dari spanduk penjelasan yang ditampilkan di hari sebelumnya, drone tersebut mampu menjalankan operasi intelijen, pengamatan jarak dekat, akuisisi target, dan mampu dipersenjatai.

Drone tersebut bisa dikendalikan sampai jarak 250 km (LOS) dengan ketinggian 3000 sampai 5000 km.

Selain itu drone tersebut bisa dioperasikan sampai 30 jam dengan kecepatan hingga 235 km/jam.

Drone tersebut berdimensi panjang 8,5 meter, rentang sayap 16 meter, dan tinggi 2,6 meter.

Drone tersebut juga memiliki bobot maksimum yang mampu dibawa hingga 300 kg dengan kapasitas bahan bakar sampai 420 liter.

Dikutip dari laman PT Dirgantara Indonesia, diketahui pengembangan drone tersebut diinisiasi oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertahanan yang melibatkan TNI, BPPT, ITB, dan PT Dirgantara sejak 2015.

Proses desain drone tersebut dimulai dengan perancangan, dan pengujian oleh BPPT yang selesai pada 2018 yang dibiayai oleh Balitbang Kemhan dan BPPT.

Pada 2017 dibentuk join konsorsium untuk pembuatan drone tersebut yang melibatkan Kemenhan, BPPT, TNI AU, ITB, PT Dirgantara Indonesia dan PT LEN Industri.

Kemudian pada 2019 LAPAN bergabung dalam join konsorsium tersebut.

Proses perakitan drone tersebut dimukai pada 2019 yang diawali dengan perancangan struktur, perancangan tiga dimensi dan dua dimensi oleh teknisi BPPT yang diawasi oleh PT DI.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved