Tribun Lampung Utara

Tak Kunjung Dapat Perbaikan, Warga Gotong-royong Perbaiki Jalan Berlubang

Warga Desa Kistang, Kecamatan Abung Barat, Lampung Utara bergotong-royong menutupi Lubang jalan menganga seperti kubangan kerbau, Minggu (26/1/2020).

Penulis: anung bayuardi | Editor: Noval Andriansyah
tribunlampung.co.id/anung bayuardi
Warga Desa Kistang, Kecamatan Abung Barat, Lampung Utara gotong-royong perbaiki jalan berlubang, Minggu (26/1/2020). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG UTARA - Jalan Rusak yang tak kunjung jelas perbaikannya, membuat Warga Desa Kistang, Kecamatan Abung Barat, Lampung Utara bergotong-royong menutupi Lubang jalan menganga seperti kubangan kerbau, Minggu (26/1/2020).

Jalan Rusak tersebut menghubungkan antarkecamatan Sungkai Barat, Sungkai Tengah, Sungkai Jaya.

Selain mengganggu aktivitas pengguna jalan, juga dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan para pengendara motor.

Mereka bergotong-royong menutup Lubang menggunakan alat seadanya, mulai dari tanah sampai batu juga parit berada dipinggirnya.

Sudah sering pengendara motor yang terjatuh akibat jalan yang berLubang. Di musim kemarau, debu menjadi gangguan masyarakat setempat. 

"Apalagi musim penghujan begini, sudah seperti sawah, sehingga kami berinisiatif menutup sementara. Setidaknya mengurangi," ujar Yudi Warga setempat, Minggu 26 Januari 2020. 

Warga membenahi jalan milik kabupaten yang sejak Tahun 2014 belum juga mendapat sentuhan tangan pemerintah itu.

Sehingga keadaannya cukup memprihatinkan, tidak hanya menganga Lubang jalan tapi telah mirip seperti hamparan sawah.

Apalagi saat ini musim penghujan, sehingga menambah jalan menjadi licin. 

"Sudah lama belum diperbaiki, sudah sering sih orang kabupaten datang kesini. Untuk mengukur, tapi sampai saat ini belum ada kabar beritanya lagi. Jalan masih tetap begini, tidak juga diperbaiki,” jelasnya.

Hal itu diamini oleh Kades Kistang Fajar.

Menurutnya kondisi demikian diperparah dengan lalu-lalang kendaraan bertonase lebih mengangkut kayu jati.

Sehingga jalan cepat rusak, mereka telah berinisiatif untuk memasang portal guna mengurangi kerusakan namun tidak terealisasi karena kurang mendapatkan dukungan.

"Kemarin kita berinisiatif memasang portal, tapi saat diajak rembuk rekan dari desa lain tidak ada yang respon. Masal iya kita mau sendiri, sementara yang dihadapi tidaklah mudah," jelas Dia.

Pihaknya berharap kepada pemerintah untuk dapat memberikan perhatian, setidaknya ada perbaikkan.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved