Dugaan Korupsi Dana Desa di Mesuji

Bukannya untuk Majukan Desa, Mantan Kades di Mesuji Malah Selewengkan Dana Bumdes

Hal ini terungkap dalam persidangan perkara dugaan korupsi dana Bumdes Muara Jaya di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Jumat (31/1/2020).

Tribunlampung.co.id/Hanif
Istamam alias Edi Istamam (54), mantan kepala Desa Muara Mas, Kecamatan Mesuji Timur, Mesuji, menjalani sidang perkara dugaan korupsi dana Bumdes Muara Jaya di PN Tanjungkarang, Jumat 31 Januari 2020. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Istamam (54), mantan kepala Desa Muara Mas, Kecamatan Mesuji Timur, menggunakan uang bantuan Bumdes dari Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi untuk keperluan pribadi.

Hal ini terungkap dalam persidangan perkara dugaan korupsi dana Bumdes Muara Jaya di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Jumat (31/1/2020).

Dalam dakwaannya, jaksa penuntut umum (JPU) Husni Mubaroq menyebutkan, pada 2017 Bumdes Muara Jaya di Desa Muara Mas, Mesuji Timur menerima dana bantuan permodalan dari Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi.

"Bantuan sebesar Rp 50 juta tersebut disalurkan dari rekening kas negara ke rekening Bumdes Muara Jaya pada tanggal 14 Desember 2017 melalui Bank BNI," kata JPU.

Di hari yang sama, terdakwa Istamam menghubungi saksi Yesaya Kusmo Hadi selaku ketua Bumdes Muara Jaya dan saksi Surami selaku bendahara Bumdes Muara Jaya.

BREAKING NEWS Selewengkan Dana Desa dan BUMDes, Mantan Kades Asal Mesuji Duduk di Kursi Pesakitan

Kades Pakai Dana Desa 500 Juta untuk Foya-foya, Nasibnya Kini Berakhir di Penjara

BREAKING NEWS Kasasi Ditolak, Zainudin Hasan Tetap Dipenjara 12 Tahun

Usai Tewas Diracun, Pelaku Mulyadi Buang 2 Jenazah Makelar Sapi ke Tempat Ini

"Terdakwa memberi tahu bahwa terdapat dana bantuan permodalan Bumdes dari kementerian dan meminta saksi Yesaya Kusmo Hadi dan saksi Surami untuk datang ke rumah terdakwa," tuturnya.

Masih kata JPU, keesokan harinya dengan membawa buku rekening Bumdes, terdakwa bersama Yesaya dan Surami  diantar ke Bank BNI Unit 2 Tulangbawang untuk mencairkan dana bantuan tersebut.

"Setelah mencairkan dana tersebut, selanjutnya terdakwa, saksi Yesaya, dan saksi Surami kembali ke rumah terdakwa di Desa Muara Mas. Selanjutnya terdakwa dengan sengaja meminta uang dana bantuan yang telah dicairkan tersebut untuk keperluan pribadi," terang JPU.

Sebelumnya diberitakan, menggelapkan dana bantuan kementerian dan alokasi dana desa, kepala desa asal Mesuji duduk di kursi pesakitan.

Kepala desa ini diketahui bernama Istamam alias Edi Istamam (54), mantan kepala Desa Muara Mas, Kecamatan Mesuji Timur, Mesuji.

Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Jumat (31/1/2020), JPU Husni Mubaroq mengatakan terdakwa telah melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri yang dapat merugikan keuangan negara.

"Perbuatan terdakwa bertentangan dengan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Permendes, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2015 tentang pendirian pengurusan dan pengelolaan pembubaran Bumdes," katanya.

Kata JPU, terdakwa menyelewengkan jabatannya untuk menggelapkan ADD dan dana bantuan kementerian 2017-2018.

"Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Khusus tentang Dugaan Penyalahgunaan Alokasi Dana Desa, Dana Desa serta Bumdes, perbuatan terdakwa merugikan negara sebesar Rp 123.855.500," tutur JPU.

JPU menambahkan, perbuatan terdakwa diatur sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 2 ayat 1, pasal 3, pasal 8 jo pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana. (Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa)

Penulis: hanif mustafa
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved