Balita Kena Virus Corona Minta Gendong Ayahnya dari Ruang Isolasi
Bagi jutaan orang yang 'terperangkap' di kota Wuhan dan bagian-bagian lain di China, kehidupan benar-benar terasa seperti dipenjara.
Penulis: ikhsan dwi nur satrio | Editor: Reny Fitriani
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Bagi jutaan orang yang 'terperangkap' di kota Wuhan dan bagian-bagian lain di China, kehidupan benar-benar terasa seperti dipenjara.
Anak perempuan dipisahkan dari ibu mereka, saudara laki-laki dipisahkan dari saudara perempuan mereka.
Dan baru-baru ini, seorang anak laki-laki terpaksa dipisahkan dari pelukan hangat ayahnya.
Ia merupakan satu di antara sembilan juta orang lainnya yang tak boleh meninggalkan kota, karena terinspeksi virus corona.
Ini membuat dia harus menetap di karantina.
• Virus Corona Meluas 11.943 Orang Terjangkit, Warga Panik Sampai Lempar Kucing & Anjing Peliharaan
• VIDEO Ratusan Karyawan PT HK Gelar Aksi di Gerbang Pintu Tol Kota Baru
• VIDEO 7 Tahanan Kabur dari Polsek Tanjungkarang Barat
Dia dipisahkan dari keluarga, dan ayah yang begitu dikasihinya.
Dalam sebuah video yang diunggah oleh pengguna Twitter @Huh_My_Rahhhhh, tampak kesedihan di wajah anak laki-laki tersebut.
Ayahnya hanya bisa memperhatikan putranya dari ambang jendela, saat itulah sang putra berusaha meminta pelukan yang membuat sang ayah menangis.
Video itu telah mengumpulkan 53.2k retweet, dan membuat netizen ikut sedih.
Seorang netizen menyebutkan bahwa dia rela mati bersama bayi itu jika dia adalah ayahnya.
Dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendeklarasikan Wuhan Coronavirus sebagai keadaan darurat global, situasinya memang mengerikan tidak hanya bagi warga negara Cina tetapi juga bagi populasi global.
Dilaporkan di New York Times, para peneliti saat ini membuat kesimpulan tentang penelitian awal yang dilakukan pada virus, menggambar lebih banyak pemahaman tentang bagaimana virus itu berinteraksi dan bagaimana cara terbaik untuk mengatasinya.
Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com
Videografer Tribunlampung.co.id/Ikhsan Dwi Nur Satrio