VIDEO Stasiun Kereta Api Tanjung Karang, Stasiun Bersejarah di Lampung
Stasiun Tanjung Karang Lampung merupakan stasiun kereta api (KA) bersejarah di Lampung.
Penulis: Wahyu Iskandar | Editor: Romi Rinando
Kedepannya, pihak stasiun akan selalu melakukan pengembangan ke arah yang lebih baik dan berorientasi pelanggan.
Stasiun Tanjung Karang bahkan melakukan sterilisasi ruangan bagi para penumpang.
Sterilisasi tersebut diwujudkan dalam bentuk pembagian zonasi.
Ketika memasuki stasiun, penumpang akan disambut dengan zona tiga yang memisahkan antara penumpang dengan pengantar.
Kemudian berlanjut ke zona dua yakni ruang tunggu untuk para penumpang bertiket.
Di zona tersebut, pengunjung bisa duduk di sepanjang kursi yang telah disediakan yang berjajar hingga mendekati zona satu.
Terakhir, zona satu diperuntukkan bagi penumpang yang akan menuju peron KA.
Sterilisasi tersebut dilakukan dalam rangka menertibkan para penumpang dan pengantarnya.
Sejauh ini Stasiun Tanjung Karang memang beberapa kali mengalami renovasi.
Tahun 2014 silam, dilakukan revitalisasi atap bangunan dari yang awalnya sirap (atap kayu) menjadi atap berbentuk siger.
Kemudian pada 2016 dilakukan perluasan ruang tunggu, dan berlanjut di tahun 2018 hingga 2019 dilakukan pemindahan loket.
Atas dedikasinya tersebut, Stasiun Tanjung Karang menyabet dua penghargaan berturut-turut Prima Madya yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan.
Bertanggung Jawab hingga Akhir
Jumlah KA yang dilayani di stasiun ini antara lain; KA barang sebanyak 48 unit, dan KA penumpang sebanyak 8 unit.
Dari sekian banyaknya KA barang, didominasi oleh batu bara sedangkan sisanya angkutan kertas dan semen.