Tribun Metro

BPBD Petakan 2 Kecamatan di Metro Rawan Banjir

Kepala Pelaksana BPBD Metro Pansuri mengatakan, tingginya curah hujan yang terjadi akhir-akhir ini berdampak dengan meningkatnya debit air.

Tribun Lampung/Indra Simanjuntak
Ilustrasi - Banjir di Metro Timur beberapa waktu lalu. BPBD Petakan 2 Kecamatan di Metro Rawan Banjir 

"Kami juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan ke BPBD jika ada pohon yang tumbang. Kita siaga untuk melakukan penebangan pohon. BPBD sudah punya relawan tanggap bencana di setiap kelurahan. Intinya kita siaga 24 jam dalam penanggulangan bencana," pungkasnya.

Aktif Sosialisasi

Komisi II DPRD Kota Metro meminta pemerintah aktif melakukan sosialisasi dampak bencana, terutama potensi penyakit yang disebabkan banjir.

Ketua Komisi II Fahmi Anwar mengatakan, langkah pencegahan harus intensif dilakukan. Karenanya sosialisasi dan informasi harus gencar dilakukan kepada masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan.

"Karena saat ini curah hujan tinggi, bisa menimbulkan genangan air, bahkan banjir. Nah, dari genangan air ini kan bisa menjadi tempat tumbuh kembang nyamuk DBD. Dampak banjir juga bisa berakibat diare dan penyakit lainnya. Itu yang harus diingatkan," tuntasnya.

Jembatan 'Hilang', Banjir Rendam 10 Rumah di Kecamatan Bulok

Banjir merendam Dusun Leweng Kolot, Pekon Suka Agung, Kecamatan Bulok, Tanggamus, Rabu (29/1/2020).

Menurut Kapolsek Pugung Inspektur Dua Okta Devi, air menggenangi 10 rumah warga dengan ketinggian 20 cm akibat hujan deras sejak Rabu sore.

"Malam ini hujan sudah reda. Air juga sudah surut. Sehingga rumah warga yang digenani air juga sudah surut," jelas Okta.

Banjir juga berdampak 'menghilangnya' jembatan darurat penghubung tiga dusun di pekon tersebut, yakni Dusun Banjar Muda, Sukajadi, dan Sri Buana.

Halaman
123
Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved