Tribun Metro

BPBD Petakan 2 Kecamatan di Metro Rawan Banjir

Kepala Pelaksana BPBD Metro Pansuri mengatakan, tingginya curah hujan yang terjadi akhir-akhir ini berdampak dengan meningkatnya debit air.

Penulis: Indra Simanjuntak | Editor: Reny Fitriani
Tribun Lampung/Indra Simanjuntak
Ilustrasi - Banjir di Metro Timur beberapa waktu lalu. BPBD Petakan 2 Kecamatan di Metro Rawan Banjir 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Metro mengimbau warga dua kecamatan untuk meningkatkan kewaspadaan terkait curah hujan tinggi.

Kepala Pelaksana BPBD Metro Pansuri mengatakan, tingginya curah hujan yang terjadi akhir-akhir ini berdampak dengan meningkatnya debit air.

Karenanya, warga agar waspada terdampak luapan.

"Ada dua kecamatan yang kita petakan rawan banjir. Kecamatan Metro Timur di Yosorejo, Tejoagung dan Iringmulyo. Kemudian Kecamatan Metro Pusat di Hadimulyo Barat. Kita imbau masyarakat dan semua pihak waspada akan potensi banjir," tukasnya, Jumat (7/2).

Ia menjelaskan, dengan curah hujan yang masih tinggi, masyarakat diharapkan berpartisipasi aktif.

Terutama membersihkan selokan atau drainase yang tersumbat sampah.

Agar aliran air lancar dan tidak tersumbat.

Jembatan Hilang, Banjir Rendam 10 Rumah di Kecamatan Bulok

Pengendara Motor Tewas Terseret Banjir, Jasadnya Ditemukan Tersangkut di Pohon

BREAKING NEWS Napi Kasus Narkoba di Lampung Utara Menikahi Gadis Pujaan di Dalam Lapas

BREAKING NEWS Pakai Sabu, Oknum PNS Rupbasan Bandar Lampung Divonis 10 Bulan Penjara

Manurutnya, kesadaran masyarakat untuk bergotong royong dan menjaga kebersihan akan sangat membantu jika terjadi banjir.

Karena akan lebih mudah untuk diatasi, bahkan meminimalisir dan mencegah.

Utamanya membersihkan selokan yang tersumbat sampah.

"Kami juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan ke BPBD jika ada pohon yang tumbang. Kita siaga untuk melakukan penebangan pohon. BPBD sudah punya relawan tanggap bencana di setiap kelurahan. Intinya kita siaga 24 jam dalam penanggulangan bencana," pungkasnya.

Aktif Sosialisasi

Komisi II DPRD Kota Metro meminta pemerintah aktif melakukan sosialisasi dampak bencana, terutama potensi penyakit yang disebabkan banjir.

Ketua Komisi II Fahmi Anwar mengatakan, langkah pencegahan harus intensif dilakukan. Karenanya sosialisasi dan informasi harus gencar dilakukan kepada masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan.

"Karena saat ini curah hujan tinggi, bisa menimbulkan genangan air, bahkan banjir. Nah, dari genangan air ini kan bisa menjadi tempat tumbuh kembang nyamuk DBD. Dampak banjir juga bisa berakibat diare dan penyakit lainnya. Itu yang harus diingatkan," tuntasnya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved