Rombongan Driver Ojol Ambil Paksa Jenazah Bayi yang Tertahan di Rumah Sakit karena Biaya

Para rombongan driver ojol itu mengaku membawa jenazah bayi dari salah satu rekannya secara baik-baik, tapi dipersulit oleh pihak rumah sakit

YouTube Kompas TV
Rombongan driver ojol ambil paksa jenazah bayi dari rumah sakit 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PADANG - Kasus rombongan driver ojol membawa paksa jenazah bayi dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil, Padang, Sumatera Barat, ternyata masih berbuntut panjang.

Ombudsman Perwakilan Sumatra Barat (Sumbar) membeberkan hasil pemeriksaannya tentang kasus tersebut.

Seperti diketahui, aksi rombongan driver ojol membawa paksa jenazah bayi dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil, Padang, Sumatera Barat sempat viral di media sosial.

Para rombongan driver ojol itu mengaku membawa jenazah bayi dari salah satu rekannya secara baik-baik, tapi dipersulit oleh pihak rumah sakit.

Namun, kasus ini berakhir damai, saat lima orang perwakilan driver ojol mendatangi RSUP M Djamil, Padang, dan meminta maaf langsung.

Dipicu Pesanan Makanan Habis, Perempuan Driver Ojol Dilempar Pegawai Kopi Sampai Bibirnya Berdarah

Viral Driver Ojol Tak Boleh Masuk Restoran untuk Ambil Pesanan, Netizen Ramai-ramai Lakukan Ini

Takut Tertular Virus Corona, Warga Pakai Kondom di Jari Saat Naik Lift

Begal Joget di Depan Korbannya Bernasib Tragis, Rampas HP Kehilangan Mobil

Pihak RS dapat menerima permohonan maaf dari pihak ojek online, dengan dilampirkan keterangan tertulis.

Dan kini, kasus tersebut malah berbuntut panjang saat Ombudsman Perwakilan Sumatra Barat (Sumbar) membeberkan hasil pemeriksaannya.

Ombudsman memutuskan pihak RSUP M Djamil melakukan malaadministrasi dalam kasus tersebut.

"Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) pengaduan ibu korban Dewi Suriani sudah kita serahkan ke pihak RSUP M Djamil Padang," kata Asisten Ombudsman Sumbar Adel Wahidi, Rabu (12/2/2020), dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'Kasus Driver Ojol Bawa Paksa Jenazah Bayi, Ombudsman: RSUP M Djamil Padang Malaadministrasi'.

Adel mengatakan ada dua hal maladministrasi yang dilakukan oleh RSUP M Djamil Padang yaitu soal standar layanan waktu bagi kepulangan jenazah dan standar layanan bagi pasien umum yang tak mampu membayar.

Halaman
1234
Editor: wakos reza gautama
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved