Tribun Pringsewu

Ratusan Pelajar Kumpulkan 290 Paket Sembako untuk Pengayuh Becak di Pringsewu

Sebanyak 490 pelajar di Kabupaten Pringsewu bahu membahu mengumpulkan(sembako) secara suka rela untuk dibagikan kepada mereka yang membutuhkan.

Ratusan Pelajar Kumpulkan 290 Paket Sembako untuk Pengayuh Becak di Pringsewu
Tribunlampung.co.id/Didik
Pelajar SMA Xaverius Pringsewu memberikan sembako kepada pengayuh becak 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Sebanyak 490 pelajar di Kabupaten Pringsewu bahu membahu mengumpulkan sembilan bahan pokok (sembako) secara suka rela untuk dibagikan kepada mereka yang membutuhkan.

Ratusan pelajar tersebut merupakan siswa-siswi SMA Xaverius Pringsewu.

Mereka berhasil mengumpulkan 290 paket sembako.

Terdiri dari beras, gula pasir, minyak goreng dan mie instant.

Paket sembako diberikan diantaranya kepada pengayuh becak dan warga di lingkungan sekolah, Jumat, 14 Februari 2020.

Pemkab Salurkan Bantuan Sembako hingga Air Bersih Kepada Korban Banjir Pesawaran

Pemkot Bagikan Sembako bagi 450 Penyandang Disabilitas

BREAKING NEWS Polsek TbU Sita 410 Gram Sabu dari 3 Pelaku Penyalahgunaan Narkotika

BREAKING NEWS Mantan Kadisdik Pesisir Barat Terdiam Dituntut 18 Bulan Penjara

Ketua Organisasi Siswa Intera Sekolah (OSIS) SMA Xaverius Pringsewu Bastian Tito mengungkapkan, ada sebanyak 69 pengayuh becak di wilayah Pasar Pringsewu yang memperoleh paket sembako.

Selebihnya diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Bastian mengatakan bila kegiatan ini merupakan inisiatif siswa yang dikemas oleh OSIS dan Pramuka SMA Xaverius Pringsewu.

Kemudian mendapat suport dan dukungan dari pihak sekolah.

"Hari ini kami menjadi lebih banyak belajar, belajar berbagi, belajar mengenal orang lain yang ada di lingkungan," kesan Bastian, Jumat.

Kepala SMA Xaverius Pringsewu P Risdianto S.Pd mengatakan bila pihak sekolah mensuport kegiatan tersebut karena bakti sosial (baksos) ini bagian dari pengembangan pendidikkan karakter.

Risdianto pun mengajak seluruh siswa agar terus mengembangkan pendidikkan karakter melalui berbagi kepada sesama.

Serta memberikan perhatian kepada yang lemah (option of the poor) dan kegiatan lain yang dapat memupuk nilai-nilai karakter.

"Praktik pendidikan karakter harus dilakukan berulang-ulang sehingga dapat tertanam di dalam hati dan menjadi budaya karakter yang baik," ujarnya. (Tribunlampung.co.id/R Didik Budiawan C)

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved