Dugaan Korupsi Disdik Pesbar

BREAKING NEWS Mantan Kadisdik Pesisir Barat Terdiam Dituntut 18 Bulan Penjara

Dianggap bersalah sebagaimana yang diatur dalam undang undang Tipikor, mantan Kadisdikbud Pesisir Barat dituntut 18 bulan.

BREAKING NEWS Mantan Kadisdik Pesisir Barat Terdiam Dituntut 18 Bulan Penjara
Tribunlampung.co.id/Hanif
Mantan Kadisdik Pesbar saat menjalani sidang tuntutan. BREAKING NEWS Mantan Kadisdik Pesisi Barat Terdiam Dituntut 18 Bulan Penjara 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Dianggap bersalah sebagaimana yang diatur dalam undang undang Tipikor, mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesisir Barat dituntut 18 bulan.

Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Jumat 14 Februari 2020, Hapzi (54) warga Padang Dalam, Bengkunat, Pesisir Barat hanya bisa terdiam saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan tuntunan.

Dalam tuntutannya, JPU Bambang Irawan mengatakan bahwa terdakwa Hapzi terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan subsider tipikor secara bersama dalam dakwaan subsider.

Yang mana dakwaan kedua tersebut tertuang pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor A 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Memohon kepada majelis hakim untuk menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 1 satu tahun 6 bulan," seru Bambang.

Diberi Rp 400 Juta, Kadisdik Pesisir Barat Baru Mau Teken Kontrak

Lobi Pejabat Pesisir Barat, Evan Mardiansyah Amankan Pengadaan Mebel di Disdik

Kakek Cabuli Bocah Dituntut 15 Tahun Penjara, Penasihat Hukum Keberatan

Kasus Curanmor Mendominasi, Ini Langkah Antisipasi Tekab 308 Polres Pesawaran

Tak hanya hukuman kurungan, Bambang juga menuntut agar terdakwa membayar denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan.

"Terdakwa juga harus mengganti uang kerugian negara sebesar Rp 400 juta, yang mana uang kerugian negara tersebut di titipkan ke kejaksaan yang selanjutnya akan dibayarkan untuk pengganti kerugian negara," tandasnya.

Sebelumnya, diduga turut serta dalam tindak pidana korupsi pengadaan fasilitas pendidikan, Kadisdikbud Pesisir Barat duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Kamis 16 Januari 2020.

Kepala Dinas nonaktif Pendidikan dan Kebudayaan Pesisir Barat ini diketahui bernama Hapzi (54) warga Padang Dalam, Bengkunat, Pesisir Barat.

Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bambang Irawan mengatakan perbuatan terdakwa dilakukan bersama-sama dengan Evan Mardiansyah yang telah dilakukan penuntutan terpisah.

Halaman
123
Penulis: hanif mustafa
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved