Tribun Lampung Selatan

Diskes Lampung Selatan Catat 32 Kasus DBD pada Pekan Kedua Februari

Hingga pertengahan Februari, jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di Lampung Selatan mecapai 118 kasus.

Diskes Lampung Selatan Catat 32 Kasus DBD pada Pekan Kedua Februari
shutterstock
Ilustrasi. 9 Fakta PNS Meninggal Akibat Terserang DBD di Lampung, Dirawat di Klinik karena Rumah Sakit Penuh 

Diskes Catat 32 Kasus DBD Pekan Kedua Februari

Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Hingga pertengahan Februari, jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di Lampung Selatan mecapai 118 kasus.

Menurut Kabid P2P Dinas Kesehatan, Kristi Endarwati, padaJanuari lalu ada 86 kasus DBD. Untuk Februari ini hingga memasuki pekan kedua, ada 32 kasus DBD.

"Untuk korban meninggal ada satu di Palas. Mengalami DDS (Dengue Shock Syndrom)," kata dia kepada Tribun, Senin (17/2).

Untuk kecamatan dengan kasus DBD tertinggi pada awal tahun ini terdapat di Kecamatan Natar, Jati Agung, Tanjung Bintang, Sidomulyo, Kalianda, Ketapang dan Palas. "Untuk di Palas, kemarin ada tambahan 1 kasus penderita DBD," ujar Kristi.

31 Warga Tuba Terjangkit DBD, Kadiskes Sebut Belum Masuk Kategori KLB

Selain melakukan penyelidikan epidemologi dan juga fogging di daerah yang didapati kasus DBD. Diskes melalui puskesmas terus melakukan sosialisasi gerakan bersih lingkungan.

Puskesmas bekerjasama dengan desa telah melakukan sosialisasi terkait gerakan bersih lingkungan dengan memperhatikan 3 M plus. Yaitu menutup, menimbun dan membersihkan barang atau tempat yang bisa menjadi lokasi nyamuk DBD berkembang biak.

Ratusan Warga Kotabumi Terserang DBD, Terbanyak di RS Ryacudu Rawat 80 Pasien DBD

"Untuk sosialisasi ini tidak pernah berhenti kita lakukan. Kita terus menekankan kepada masyarakat untuk menggalakan pola hidup bersih. Gerakan bersih lingkungan," kata Kristi.

Dinas Kesehatan pun telah menyiapkan bubuk abate untuk diberikan kepada masyarakat lewat puskesmas-puskesmas.

"Memang trennya untuk DBD ini, tinggi kasusnya di saat musim penghujan seperti sekarang. Karena memang biasanya banyak tempat atau barang-barang bekas yang ada airnya. Itu menjadi tempat nyamuk bersarang dan bertelur," ujar Kristi. (ded)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved