Curhat Mayor Bambang Ketakutan Sebelum Terbang ke Papua
Kepada Santoso, almarhum mengaku takut untuk ikut terbang ke Papua menggunakan Heli Mi-17 HA-5138.
"Tidak ada yang perlu ditakutkan," cerita Santoso sembari terisak mengingat pertemuan terakhirnya.
Sambil membenarkan peci, dia memperagakan dialognya dengan Bambang kala pertemuan terakhirnya.
Santoso bercerita sempat meletakkan tangannya ke dada sang adik sebelum pergi bertugas hingga akhirnya terjadi kecelakaan Helikopter M-17 yang menewaskan sang adik.
Dia berpesan agar sang adik untuk mengikuti kata hati kecilnya karena semua adalah takdir dan telah digariskan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
"Jalani hidup seperti air mengalir, semuanya takdir."
"Kalau toh itu semuanya terjadi, berarti itu takdir Allah."
"Rupanya, kejadian itu benar terjadi."
"Tapi setidaknya, saya sudah ngasih tahu kalau almarhum tidak perlu takut lagi."
"Pesan itu saya ucapkan sebulan sebelum berangkat ke Papua."
"Berarti Mei 2019," ungkap kakak ke-5 korban.
Dalam prosesi penguburan, sejumlah Komandan dari berbagai satuan tampak hadir mengikuti upacara pemakaman.
Adapun Pangdam IV/ Diponegoro, Mayjen TNI Mochamad Effendi turut hadir selaku inspektur upacara dalam upacara pemakaman militer tersebut.
Pangdam pun ikut menaburkan bunga sebagai tanda belasungkawa ke masing-masing prajuritnya yang gugur dalam bertugas.
Ditemui usai upacara, Mayjend TNI Mochamad Effendi mengatakan bahwa status gelar pengangkatan gelar sepenuhnya diurus oleh Danpuspenerbad TNI AD.
Meski demikian, dia memastikan, mereka (empat prajurit) gugur dalam bertugas saat menjalankan operasi sehingga salah satu haknya bisa dimakamkan di TMP.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/pemakaman-prajurit-tni-korban-heli-jatuh-papua-di-tmp-giri-tunggal.jpg)