Tribun Lampung Barat

LSM GRAK Lampung Pertanyakan Kualitas Bibit Kopi Bagi Petani Lambar

Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Rakyat Anti Korupsi Lampung (GRAK) lakukan demo di depan kantor Bupati Lampung Barat (Lambar).

LSM GRAK Lampung Pertanyakan Kualitas Bibit Kopi Bagi Petani Lambar
Tribunlampung.co.id/Ade
Aksi Demo di Kantor Bupati Lampung Barat, Kamis (20/02/2020). LSM GRAK Lampung Pertanyakan Kualitas Bibit Kopi Bagi Petani Lambar 

Laporan Reporter Tribun Lampung Ade Irawan

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LIWA - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Rakyat Anti Korupsi Lampung (GRAK) lakukan demo di depan kantor Bupati Lampung Barat (Lambar). 

Yakni menyikapi realisasi program pemerintah Kabupaten Lampung Barat (Pemkab Lambar) pada Dinas Perkebunan dan Peternakan, Kamis (20/02/2020).

Pihaknya menyuarakan aspirasi terkait program pengadaan bibit kopi dengan anggaran sebesar Rp4.000.000.000

Pihaknya mempertanyakan kualitas bibit yang diserahkan kepada petani dan menuntut agar pemkab Lambar dapat mengganti benih tanaman kopi untuk diserahkan kepada petani dengan kualitas yang terbaik.

Selain bibit kopi, pihaknya juga mempertanyakan beberapa program lain yaitu pembangunan gedung UPH dengan anggaran sebesar Rp185.000.000, program pengembangan tembakau sebesar Rp166.900.000 dan program peremajaan tanaman kopi pengadaan pupuk organik dan benih sebesar Rp4.665.000.000.

Diva asal Pringsewu Bawa Batik Kopi di Ajang Pesona Batik Nusantara Internasional

Sempat Viral di Medsos, 3 Bajing Loncat Gasak 3 Karung Kopi Diringkus

Sugiharto Alias Alay Serahkan Uang Pengganti ke Kejati Lampung Rp 10 Miliar

3 Korban Luka-luka Akibat Pohon Sengon Tumbang Dilarikan ke Rumah Sakit

Pihaknya menuntut pemerintah Kabupaten Lampung Barat untuk menghentikan anggaran untuk pengembangan tembakau, usut tuntas dugaan KKN dalam pembangunan gedung UPH, ungkap tuntas anggaran ganjil dinas perkebunan dan peternakan Lampung Barat,

Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Lambar, Akmal Abdul Nasir saat menjumpai pendemo mengatakan, pihaknya akan lakukan penyelidikan terlebih dahulu.

"Terimakasih telah menyampaikan aspirasi, dan kami akan pelajari terlebih dahulu dan lakukan penyelidikan terlebih dahulu, karena ada hal-hal yang kita butuhkan sebelumnya seperti keterangan dari dinas terkait dan faktanya seperti apa di lapangan," ujar Aan panggilan akrabnya.

Sementara, Koordinator Aksi demo Khaidir mengatakan, 12 Maret pihaknya mengklaim akan kembali untuk mempertanyakan apa hasil dari penyelidikan yang dilakukan Pemkab Lambar dan pihak lainnya.

"Kami akan kembali dua minggu lagi untuk mempertanyakan tindak lanjut dari tuntutan kami," ungkap Khaidir.

"Kami menolak bantuan itu, karena petani tidak mau menanam, sehingga kami meminta pemkab Lambar untuk mengganti bibit itu," tegasnya.

Dilain pihak, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan, Agustanto Basmar saat dihubungi tribun via seluler mengatakan, saat ini pihaknya belum bisa berkomentar apa-apa terkait hal itu.

"Terimakasih informasinya, karena saya masih ada urusan di luar kota jadi untuk sementara ini kami belum bisa berkomentar apa-apa dulu," singkat Agustanto.(Tribunlampung.co.id/Ade Irawan)

Penulis: Ade Irawan
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved