Istri Perwira Polisi Tewas Setelah Mobil Fortunernya Kecelakaan Hebat
Mobil tersebut menabrak pohon kelapa, lalu terguling hingga melewati jalan poros Kelapa Tujuh.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Toyota Fortuner berkelir hitam ringsek parah seusai mengalami kecelakaan tunggal di Kelapa Tujuh, Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju, Sulbar (Sulawesi Barat), Sabtu (22/02/2020).
Fortuner berkelir hitam ini dikemudikan oleh seorang ibu Bhayangkari, bersama seorang Polwan.
Dilansir dari Tribun-timur.com, Kecelakaan ini menewaskan istri mantan Kapolsek Kalukku AKP Supomo, Aryati.
Saat kecelakaan, Aryati tidak sendiri, namun bersama Bripda Putry Pratama Nasir, mantan ajudan istri Kapolda Sulbar Irjen Pol Baharuddin Djafar.
• Polwan Berpangkat Jenderal, Kapolri Idham Azis Sebut Calon Kapolda
• 5 Warga Kehilangan Uang Secara Misterius, Mulai Rp 500.000 hingga Rp 18 Juta
• Bawa Kabur Mobil Anggota TNI di Tegal, 4 Maling Sempat Todongkan Pistol ke Polisi Saat Ditangkap
• Pemuda Digerebek Saat Intim di Atas Motor, Pasangannya Bikin Kaget Warga
Baru saja beberapa meter meninggalkan halaman rumah Brigjen Pol Baharudin Djafar, Fortuner tersebut langsung mengalami kecelakaan.
Mobil tersebut menabrak pohon kelapa, lalu terguling, hingga melewati jalan poros Kelapa Tujuh.
Bahkan karena terguling, Fortuner satu ini nyaris menimpa rumah seorang warga.
Kasat Lantas Polresta Mamuju, AKP Kemas mengatakan, kecelakaan karena korban tidak mampu mengendalikan kendaraannya, saat pulang dari kediaman Baharudin Djafar.
"Fortuner hitam itu dikemudikan oleh istri Pak Supomo, dan di dalamnya ada Bripda Putry. Kejadiannya saat mau pulang dari rumah Pak Kapolda sekitar Pukul 10.30 Wita," ujar AKP Kemas.
AKP Kemas mengungkapkan, berdasarkan keterangan Bripda Putri di RS Bhayangkara, korban Hj Aryati memang tidak bisa mengendalikan mobil Fortuner yang ia kemudikan.
Sekeluarga tewas
Kecelakaan maut juga terjadi di Lampung.
Tiga orang sekeluarga meninggal dengan tragis di Bandar Sribhawono, Lampung Timur.
Mereka adalah Maulana Malik Ibrahim (23), Etik (45), dan Nulul (6), warga Gunung Sari, Kecamatan Sekampung Udik, Lampung Timur.
Dalam insiden tersebut, anggota TNI sempat turun tangan untuk menyelamatkan salah satu korban yang masih hidup, dengan membawa ke rumah sakit.
Tapi takdir berkata lain.
Kondisi korban yang sudah kritis membuat nyawanya tak terselamatkan.
Tiga orang sekeluarga yang mengendarai sepeda motor hingga mengalami kecelakaan maut tersebut akhirnya tewas.
Peristiwa kecelakaan maut terjadi di Jalan Ir Sutami, Kecamatan Bandar Sribhawono, Lampung Timur, Sabtu (22/2/2020) sekitar pukul 18.00 WIB.
Tiga orang yang berboncengan sepeda motor ditabrak truk dari belakang.
Akibatnya, ketiga orang yang masih keluarga itu meninggal dunia.
Kanit Lakalantas Polres Lampung Timur Ipda Roma Irawan Putra membenarkan lakalantas tersebut.
Roma menjelaskan, lakalantas tersebut melibatkan motor Honda Vario merah BE 2676 NAL dan truk BE 8482 PH.
Motor dikendarai Maulana Malik Ibrahim (23), warga Gunung Sari, Kecamatan Sekampung Udik, Lampung Timur.
Motor melaju dari arah Sribhawono menuju Sidorejo.
Ia memboncengi Etik (45) dan Nulul (6).
• Kecelakaan Beruntun Tewaskan Calon Pengantin Wanita, Undangan Pernikahan di Facebook Jadi Kenangan
• Nadia Duel Ngetes Ilmu Dukun, Ono Si Dukun Tewas Bersimbah Darah
• Istri Tak Terima Pijatannya Dibilang Tak Enak, Ambil Pisau lalu Bunuh Suami
Sementara, truk tersebut dikendarai oleh Juanda Kiki Abdullah (27).
Ia merupakan warga Sri Menanti, Bandar Sribhawono, Lampung Timur.
"Awalnya, kedua kendaraan melaju dari arah yang bersamaan."
"Diduga karena sopir truk mengantuk, lalu hilangnya konsentrasi," kata Roma kepada Tribunlampung.co.id via telepon, Minggu (23/2/2020).
Tak dinyana, truk menabrak motor yang ada di depannya.
Ketiga korban terpental dari motor dan tergilas ban truk.
Akibatnya, ketiga korban tewas.
Sementara, sopir truk diamankan oleh polisi.
Menurut Roma, sebelumnya, ketiga korban baru pulang dari menjenguk saudaranya yang sakit di Rumah Sakit Aka Medika Sribhawono.
Kadus V Desa Bauh Gunung Sari, Kecamatan Sekampung Udik, Darmaji, membenarkan ketiga korban adalah warganya.
Ia mengatakan, dua korban tewas seketika di lokasi.
Sementara, satu korban lainnya meninggal dunia di rumah sakit.
Danramil Sribhawono Kapten Arm Adi Hernizam mengatakan, ia langsung ke TKP setelah mendapat informasi tersebut.
"Setelah mendapatkan telepon dari warga, saya bersama beberapa Babinsa langsung mendatangi lokasi kecelakaan," katanya
Adi mengaku saat tiba di TKP, ada satu korban yang sudah kritis.
Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawanya tidak tertolong.
Odong-odong ditabrak
Sebelumnya, dua anak kakak beradik yang sedang naik odong-odong tertimpa badan truk yang terbalik akibat kecelakaan.
Sang kakak sempat berusaha melompat untuk menolong adiknya, tapi takdir berkata lain.
Satu anak bernama Risky Ardiansyah tewas tertimpa truk, sedangkan Nadia mengalami luka parah.
Dua anak yang merupakan kakak-adik menjadi korban kecelakaan lalu lantas yang melibatkan dua mobil truk dan odong-odong di Pasar II Jalan T Amir Hamzah, Binjai Utara, Sabtu (22/2/2020) malam.
Kakak beradik yang menjadi korban adalah Nadia (9) dan Risky Ardiansyah (6).
Paman korban, Leo bersama sanak keluarganya yang menjenguk di RS Djoelham, mengatakan, kedua keponakannya menjadi korban ketika menumpang odong-odong dari arah Binjai menuju arah Stabat.
"Kakaknya Nadia selamat, luka di bagian kepala. Adiknya meninggal dunia, enggak bisa selamat karena tertimpa truk odong-odongnya.
Kakaknya sempat melompat untuk menolong adiknya," kata Leo.
Menurut Leo, ibu korban masih terguncang mendengar kabar kematian anaknya.
"Mamaknya belum bisa datang, masih syok sekali di rumah. Ayah mereka merantau. Mamaknya kerja di kilang padi di Binjai," ujarnya.
Informasi yang dihimpun media, jasad Risky Ardiansyah dalam kondisi sangat mengenaskan akibat tertimpa truk.
"Korban tubuhnya gak berbentuk lagi, hancur lebur semua, tulang-tulang pun berpisah badan dan kaki," kata petugas medis di RS Djoelham.
Kasat Lantas, AKP Ali Umar yang berada di RS Djoelham enggan berkomentar banyak ketika diwawancarai.
"Nanti sajalah, belum dapat semua datanya, saya pun belum bisa lapor ke pimpinan.
Jumlahnya penumpang odong-odong saya pun belum tahu data pastinya," kata AKP Ali Umar.
Dua truk terlibat tabrakan dari arah berlawanan di Pasar II Jalan T Amir Hamzah, Binjai Utara, Sabtu (22/2/2020) malam.
Truk dari arah Stabat ke Binjai diduga alami pecah ban sehingga oleng menabrak truk dari arah berlawanan, lalu truk menimpa transportasi odong-odong.
"Itu mobil truk dari arah Stabat oleng pecah ban tiba-tiba, trus menabrak truk plat BG. Di situ lah odong-odong kena timpa.
Ada belasan penumpang odong-odong, tapi gak tahu berapa yang meninggal dunia. Sebagian besar sempat melompat," kata Aini warga setempat.
Artikel ini telah tayang di Gridoto.com.
• Sosok Haji Sodik di Sinetron Tukang Ojek Pengkolan yang Ajak Rekan Artis untuk Dapatkan Berkah
• Tangis Nagita Slavina di Pelukan Lala Pengasuh Rafathar asal Lampung
• Undangan Pernikahan Banjir Ucapan Duka, Calon Pengantin Tewas Kecelakaan Bersama Adiknya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/istri-perwira-polisi-tewas-akibat-mobil-fortunernya-kecelakaan-hebat.jpg)