Tribun Lampung Utara

Penemuan Mayat dengan Leher Nyaris Putus di Lampura, Ayah Korban Ungkap Kekhawatiran Sang Istri

Rudianto (50) ayah korban, menceritakan, sang ibunda, Saminawati (41), kerap merasa was-was, lantaran sang anak bekerja dengan membawa uang tunai.

Penulis: anung bayuardi | Editor: Noval Andriansyah
grafis tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi - Penemuan Mayat dengan Leher Nyaris Putus di Lampura, Ayah Korban Ungkap Kekhawatiran Sang Istri. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, ABUNG SELATAN - Sesosok mayat pria ditemukan warga Dusun 5, RT 3 Desa Sukamenanti, Bukit Kemuning, Lampung Utara, pada Senin (24/2/2020) sekira pukul 15.30 WIB.

Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, mayat pria yang ditemukan dengan leher nyaris putus tersebut, diketahui bernama Kurniawan, warga Abung Selatan, Lampung Utara.

Ditemui di kediamannya, orangtua Kurniawan memang sudah khawatir tentang pekerjaan sang anak.

Rudianto (50) ayah korban, menceritakan, sang ibunda, Saminawati (41), kerap merasa was-was, lantaran sang anak bekerja dengan membawa uang tunai.

“Ibunya memang sudah cemas pas anak saya kerja di BPR sebagai sales, karena dia (Kurniawan) pegang uang tunai kalau di jalan, takut terjadi apa-apa. Beda kalau uangnya di transfer,” cerita Rudianto ketika di temui di kediamannya, di Abung Selatan, Selasa (25/2/2020).

Cara Mengisi SPT Pajak Tahunan Tahun 2020 Secara Online dan Cara Lapor SPT Pajak Tahunan Pribadi

Lehernya Nyaris Putus, Mayat Pria Diduga Korban Pembunuhan Ditemukan di Bukit Kemuning

Ciri-ciri Mayat di Saluran Irigasi Trimurjo Berkepala Botak, Pakai Kaus Oblong dan Celana Jeans

Rudianto mengatakan, jika ia mengetahui anak ketiganya itu tewas setelah mendapatkan informasi dari anaknya yang bekerja di Jakarta.

Mendengar kabar duka tersebut, Rudianto langsung menuju ke puskesmas Bukit Kemuning untuk memastikannya.

Setiba di puskesmas Bukit Kemuning, kata Rudianto, ia mendapati sang anak sudah terbujur kaku tak bernyawa.

Tak banyak kata yang disampaikan Rudianto, namun ia berharap polisi untuk dapat mengungkap pelakunya.

“Pelaku harus dihukum seadil-adilnya sesuai dengan perbuatannya,” harap Rudianto.

Sebelum bekerja sebagai sales di BPR, sebut Rudianto, anaknya pernah bekerja di gudang sebuah minimarket di Abung Selatan, selama satu tahun.

Untuk pekerjaannya anaknya yang sekarang ini, kata Rudianto, baru dijalankan selama 3 bulan terakhir.

“Tapi selama di sana (minimarket) dia (Kurniawan) gak pegang duit cash kerjanya,” ujarnya.

Rudianto pun menyebut, anak ketiganya tersebut merupakan sosok yang baik dan tidak neko-neko.

Setelah disemayamkan semalam, pada Selasa pagi, korban dimakamkan di pemakaman setempat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved