Video Berita
VIDEO Cara Melaksanakan Salat Sunah Witir Berikut Niat, Dalil, Hingga Doa
Video YouTube Salat Witir merupakan salat sunah yang dikerjakan saat malam hari.
Penulis: Wahyu Iskandar | Editor: Romi Rinando
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Video YouTube Salat Witir merupakan salat sunah yang dikerjakan saat malam hari.
Begitu istimewanya salat witir sampai-sampai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mewasiatkan kepada sahabat beliau agar senantiasa mengerjakannya.
Salat ini pula yang menjadi penutup seluruh salat malam.
Keutamaan Salat Witir
Salat witir memiliki banyak keutamaan atau fadhilah.
• VIDEO Tata Cara Salat Istisqa dari Niat, Doa, hingga Syarat Khotbah
• VIDEO Tata Cara dan Niat Shalat Sunah Tahiyatul Masjid
• Foto Bareng Anjing, Anak Uje Diserang Komentar Pedas hingga Umi Pipik Angkat Bicara
• Debt Collector Todongkan Pistol ke Penunggak Motor: Kau Mau Bayar atau Mau Ini?
Kita bisa mengetahuinya melalui sejumlah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Salat witir merupakan salah satu amal yaumiyah yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Tonton juga video YouTube lainnya di bawah ini.
Beliau biasa mengerjakan salat sunnah ini sebagaimana hadits dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu:
الْوِتْرُ لَيْسَ بِحَتْمٍ كَهَيْئَةِ الْمَكْتُوبَةِ وَلَكِنَّهُ سُنَّةٌ سَنَّهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Witir bukan keharusan seperti salat wajib kalian, akan tetapi ia adalah sunnah yang biasa dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam (HR. An Nasa’i dan Tirmidzi; shahih lighairihi)
Allah Azza wa Jalla mencintai yang witir. Karenanya, salat dengan rakaat witir ini pun dicintaiNya.
Orang yang mengamalkan salat sunnah ini juga akan dicintaiNya. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:
وَإِنَّ اللَّهَ وِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ
Sesungghnya Allah itu witir, mencintai yang witir/ganjil (HR. Muslim)
Niat shalat witir dan waktu salat witir
Niat shalat witir 1 rakaat salam
Bagi Anda yang ingin mengerjakan shalat witir dengan 1 rakaat saja, berikut ini bacaan niat shalat yang bisa Anda hafalkan.
أُصَلِّى سُنَّةَ الوِتْرِ رَكْعَةً للهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatal witri rok 'ataini (mustaqbilal qiblati) lillaahi ta'alaa.
Artinya:
Saya niat shalat witir satu rakaat (menghadap qiblat) karena Allah ta'alaa.
Niat shalat witir 3 rakaat 1 kali salam
Berikut ini bacaan niat shalat witir dengan 3 rakaat yang diikuti dengan 1 kali salam.
اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) ِللهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatal witri tsalaasa roka'aatain (mustaqbilal qiblati) lillaahi ta'alaa.
Artinya :
"Saya berniat shalat witir tiga rakaat (menghadap kiblat) karena Allah ta'alaa".
Tonton juga video YouTube lainnya di bawah ini.
Waktu shalat witir
Waktu shalat witir terbentang sejak setelah shalat Isya’ hingga terbitnya fajar. Sehingga, melaksanakan shalat witir selain di waktu yang telah disebutkan, merupakan mubah hukumnya. Menurut hadist riwayat Imam Ahmad, Rasulullah mengerjakan shalat witir pada pada akhir malam.
Doa Salat Witir
Setelah selesai mengerjakan salat witir, dianjurkan untuk membaca doa salat witir.
Salah satu doa salat Witir yang dianjurkan adalah dengan membaca doa tasbih sebanyak tiga kali:
سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ
“Subhaanal malikil qudduus” (3x)
Artinya:
“Maha Suci Engkau yang Maha Merajai lagi Maha Suci dari berbagai kekurangan” (HR. Abu Daud).
Disunnahkan untuk membaca doa salat witir berikut ini ketika salat witir atau sesudahnya.
Bacaan Doa Salat Witir
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لاَ أُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِك
“Allahumma inni a’udzu biridhaoka min sakhotika wa bi mu’afaatika min ‘uqubatik, wa a’udzu bika minka laa uh-shi tsanaa-an ‘alaik, anta kamaa atsnaita ‘ala nafsik”
Arti Bacaan Doa Salat Witir
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dengan ridha-Mu dari murka-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dengan ampunan-Mu dari hukuman siksa-Mu. Dan, aku berlindung kepada-Mu dari-Mu. Aku tidak mampu menghitung pujian atas-Mu sebagaimana pujian-Mu sendiri atas diri-Mu.” (HR.Abu Dawut, Tirmidzi, Nasa’I, Ibnu Majah, dan Thabrani).
(Tribunlampung.co.id/Wahyu Iskandar)