Tribun Lampung Barat

300 Hektar Persawahan di Lampung Barat Akan Dibangun Sumber Air

Terdapat 13 ribu hektare lebih lahan pertanian di Lampung Barat dengan hasil produksi mencapai 4 ton per hektare setiap panennya.

300 Hektar Persawahan di Lampung Barat Akan Dibangun Sumber Air
Dokumentasi Tribunlampung.co.id
Ilustrasi - 300 Hektar Persawahan di Lampung Barat Akan Dibangun Sumber Air. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LIWA - Terdapat 13 ribu hektare lebih lahan pertanian di Lampung Barat dengan hasil produksi mencapai 4 ton per hektare setiap panennya.

Namun, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) kabupaten setempat mencatat sekitar 2000 hektare lahan pertanian tahun 2019 beralih fungsi menjadi kebun sayuran dan kolam ikan.

Alih fungsi lahan tersebut salah-satunya disebabkan karena debit air menurun sehingga lahan pertanian mengering.

Atas dasar itu, untuk mengembalikan fungsi lahan sawah, memperbaiki dan mempertahankan yang ada, DTPH Lambar akan bangun sumber-sumber air pada 300 hektar sawah di tahun 2020 ini.

Sedikitnya sekitar 1,12 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2020 untuk membangun sumber-sumber air, ditambah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tugas Pembantuan (TP) rehabilitasi jaringan irigasi senilai 360 juta.

Ridho Ditangkap Polisi karena Berencana Jual Mobil Rentalan untuk Bayar Utang Rp 21 Juta

Pembangunan Lampung Town Square di Bandar Lampung, Agustus 2020 Dimulai, 10 Bulan Selesai

Sebelum Pergi, 4 Pencuri di Rumah Lilis Sempat Mengancam, Pemilik Rumah: Sudah Tikam Saja!

Rehabilitasi 300 hektar tersebut akan dilakukan pembuatan DAM parit, embung, dan irigasi pompa.

Hal itu disampaikan Kepala Seksi Lahan dan irigasi pada Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Lambar, Ferdi Nitiarga, Rabu (26/02/2020).

Ferdi mengatakan, saat ini pihaknya masih dalam tahap verifikasi data untuk penyesuaian dalam petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis dari kementerian.

"Sampai saat ini kita masih dalam tahap verifikasi data kelompok-kelompok yang masuk, selain proses verifikasi data, kita juga sudah turun kelapangan untuk pengecekan lokasi," ujar Ferdi.

Ferdi melanjutkan, untuk kriteria kelompok tani yang dapat menerima bantuan tersebut adalah kelompok tani yang telah teregistrasi oleh pihak kecamatan setempat, punya lahan, dan anggotanya aktif.

"Administrasinya sudah lengkap atau belum, setelah itu baru kita turun kelapangan untuk dicek satu per satu, ada yang sesuai, ada yang tidak sesuai, ada yang minta dibangun saluran tapi setelah kita cek ternyata masih bagus mungkin hanya butuh rehab saja," paparnya.

"Kita lagi verifikasi proposal-proposal kelompok tani yang masuk, kita lihat sesuai atau tidak dengan juklak juknis dari kementerian," sambung Ferdi.

Diungkapkan Ferdi, tahun ini pihaknya mendapatkan dua sumber dana, yakni dana Dak dan APBN Tugas Pembantuan.

"Untuk APBN triwulan ketiga, akhir maret kita harus sudah selesai target verifikasi data, dan harus sudah kita SK kan, sedangkan untuk DAK masih lama perkiraan bulan Mei atau Juni, baru kita bisa melihat lokasi-lokasi," pungkasnya. (Tribunlampung.co.id/Ade Irawan)

Penulis: Ade Irawan
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved