Muncul Tuduhan Korupsi ke Ahok, Jenderal Purn Buka Suara
Menko Kemaritiman dan Investasi Jenderal Purn TNI Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan rasa herannya.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Menko Kemaritiman dan Investasi, Jenderal Purn TNI Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan rasa herannya.
Hal itu terkait adanya massa, yang menuntut Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok, untuk mundur dari jabatannya.
Sebab, Ahok dituding telah melakukan korupsi di perseroan tersebut.
Luhut Pandjaitan menilai, Ahok justru sosok yang tepat mengisi jabatan Komisaris Utama Pertamina.
• Anak Jenderal Purn TNI Bongkar Sisi Lain Ahok, Ungkap Cerita-cerita di Meja Makan
• Kepala Desa Potong Kemaluan Warga karena Hal Sepele
• Daftar Perwira Polisi yang Diganti Jenderal Martuani Sormin Siregar
• Mobil TNI Masuk Jurang, Kondisi Terkini 11 Prajurit TNI
Hal itu karena banyak kejanggalan di perseroan itu yang mulai dibenahi.
"Dituduh korupsi? Kalau saya boleh cerita, justru Pak Ahok itu yang menemukan banyak sekali masalah-masalah yang harus diperbaiki di Pertamina," kata Luhut Pandjaitan dalam agenda Coffee Morning yang berlangsung di Kantor Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Selasa (25/2/2020).
Justru, lanjut mantan perwira Koppasus itu, dia merasa bersyukur dengan adanya Ahok mengisi jabatan di Pertamina.
"Kita malah bersyukur ada Pak Ahok," ungkap Jenderal Purn TNI itu.
Massa yang mengikuti aksi beberapa waktu lalu di depan Istana Negara, Jakarta, sempat meminta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok dicopot dari jabatannya sebagai Komisaris Utama Pertamina.
Tanggapan Erick Thohir
Menanggapi hal tersebut, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengaku sudah puas dengan kinerja jajaran direksi dan komisaris Pertamina dalam tiga bulan terkahir.
“Apa yang dilakukan daripada komisaris dan direksi, saya tidak mau dikotomi komisaris dan direksi, di Pertamina tiga bulan terakhir saya rasa baik,” ujar Erick di Jakarta, Sabtu (22/2/2020).
Erick memastikan, ia tak akan mencopot Ahok atau pun jajaran direksi dan komisaris Pertamina lainnya dalam waktu dekat ini.
Sebab, selama jajaran dan komisaris berhasil menjalankan tugas sesuai key performance indicator (KPI) yang telah ditentukan, tak akan terkena perombakan.
“Saya tidak mau pergantian itu karena hal-hal personal, selama KPI-nya jalan."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/muncul-tuduhan-korupsi-ke-ahok-jenderal-purn-buka-suara.jpg)