Pengusaha Tewas Dibunuh, Istri Sempat Ditelepon: Seperti dalam Tekanan
"Terkait luka-luka saya tidak bisa jelaskan apa, di mana. Yang jelas ada kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Karyawan gudang bernama Ucil itu, lalu pergi ke rumah dan menyampaikan pesan itu kepada Elsa.
"Untuk memastikan, saya telpon suami saya. Benar apa tidak.
4 kali nelpon tidak diangkat, pas kelima baru diangkat.
Suaranya saya dengar seperti dalam tekanan, tidak seperti biasa.
Saya tanya, nanti emang ada yang jemput mobil, dia bilang iya, buat bawa tepung. Kasih kunci sama mobil ya," urai Elsa menirukan jawaban suami.
Elsa memaparkan, dia sempat bertanya di mana posisi suaminya.
Namun sang suami tidak memberi jawaban pasti.
"Dia cuma jawab lagi ada urusan, kayak tertekan. Biasanya saya tanya dia jawab, entah lagi di Nangka, di Sigunggung.
Walaupun tidak dikasih tahu detail sedang ngapain. Tapi minimal bilang di mananya," tutur Elsa.
Elsa yang merasa ada sesuatu yang berbeda dengan suaminya, sempat bertanya, apakah sang suami sedang ada masalah.
"Dia bilang nanti kita cerita di rumah. Terus telponnya dimatikan," paparnya.
Tak lama berselang, datang mobil penjemput tepung di gudang, untuk diantarkan ke daerah Solok.
Kemudian, seorang tak dikenal pun datang.
"Orang tak saya kenal ini, sempat bantuin muat tepung ke mobil yang jemput. Saya kirain dia ini kernetnya. Tapi pas mobil udah berangkat, dia tinggal.
Saya tanyalah, abang siapa. Dia jawab dia bertugas jemput mobil, suami saya yang suruh. Saya tanya suami saya di mana. Dia bilang lagi di Sigunggung, ngobrol sama bos-bos," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/pengusaha-tewas-dibunuh-istri-sempat-ditelepon-seperti-dalam-tekanan.jpg)