Satu Keluarga Ditemukan Tewas Mengerikan, Polisi Sebut Pelaku Pembunuhan
Selain itu lengan kirinya juga putus serta bagian kepala terluka bacokan.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Warga Desa Gunung Manumpak Kecamatan STM Hulu Kabupaten Deliserdang digegerkan dengan kematian satu keluarga, Sabtu, (29/2/2020).
Saat itu yang ditemukan tewas oleh warga ada tiga orang yang terdiri dari anak, Junaidi Damanik (19), ibunya Asna Br Tarigan (40) dan seorang nenek bernama Tigan Br Tarigan.
Setelah menghabisi nyawa ibu dan Nenek Tigan, ia pun kemudian bunuh diri dengan cara gantung diri dengan kondisi telanjang di depan rumahnya.
• Anak Korban Pembunuhan Semprot Polisi Gara-gara Police Line di TKP
• Pemandu Lagu Tewas Dibunuh, Tetangga Sempat Minta Sayur Jengkol ke Korban
• Pemandu Lagu Ditemukan Tewas, Tetangga Dengar Teriakan Ku Bunuh Kau
"Kronologis kejadian tadi sekira pukul 11.00 Polsek Tiga Juhar mendapat telepon dari masyarakat yang memberitahukan bahwa telah terjadi perkara pembunuhan di Desa Gunung Manumpak B.
Setelah itu personel Polsek langsung berangkat ke Tempat Kejadian Perkara (TKP)," kata Masfan.
Setelah sampai di TKP, lanjut Masfan, korban Tigan Br Tarigan sudah berada di halaman pekarangan rumah dengan kondisi luka jari putus.
Selain itu lengan kirinya juga putus serta bagian kepala terluka bacokan.
"Saat itu korban sudah meninggal dunia.
Di TKP juga ditemukan pelaku Junaidi dalam posisi gantung diri menggunakan seutas tali warna biru di teras rumah.
Pelaku kondisi telanjang bulat dan telah meninggal dunia," kata Masfan.
''Sementara itu Asna, sudah tewas di dekat kandang kambing dengan luka pergelangan tangan kiri nyaris putus, jari tangan kanan putus dan rambut korban putus," katanya.
"Penuh dengan luka bacokan mulai dari bagian kepala luka bacok, leher luka bacok dan meninggal dunia.
Di TKP juga di temukan dua dua bilah celurit yang diduga merupakan alat yang digunakan untuk melakukan pembunuhan," kata Masfan.
Camat STM Hulu, Budiman menyebut kalau Asna dan tetangganya Tigan Br Tarigan tewas dengan cara dibantai oleh Junaidi.
"Pelakunya ini depresi makanya bisa seperti itu (kejam dan melakukan pembantaian).
Baru beberapa bulan ini agak beda dia, biasanya ya bagus kata warga tidak gila," ujar Budiman yang dihubungi melalui telepon selulernya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/agus-diduga-dihabisi-dini-hari-polisi-masih-cari-alat-yang-digunakan-untuk-membunuh.jpg)