Kebakaran di Pringsewu
8 Jam Tim Damkar BPBD Berjibaku Padamkan Api yang Melalap Toko Cat di Pringsewu
Tim damkar BPBD Kabupaten Pringsewu kembali pulang ke markas setelah matahari terbit, Senin, 2 Maret 2020 sekira pukul 07.00 WIB.
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono | Editor: Reny Fitriani
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Pantang pulang sebelum padam bukan hanya sekedar moto bagi petugas pemadam kebakaran (damkar) di Kabupaten Pringsewu.
Pasalnya tim damkar BPBD Kabupaten Pringsewu kembali pulang ke markas setelah matahari terbit, Senin, 2 Maret 2020 sekira pukul 07.00 WIB.
Pemadaman api yang membakar toko cat di Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Pekon Sidoharjo, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu tergolong sulit dipadamkan.
Mengingat, barang-barang yang terbakar mengandung minyak, berupa cat.
Selain itu thiner dan karbit.
• Api Sulit Dipadamkan, Tim BPBD Campurkan Deterjen ke Air Tanggulangi Kebakaran Toko Cat di Pringsewu
• BREAKING NEWS Dengar Suara Ledakan, Agus Lihat Toko Catnya di Pringsewu Terbakar Hebat
• Wakapolda Lampung Bersepeda 55 Km ke Pringsewu, Salurkan Hobi Sekaligus Jaga Stamina
• BREAKING NEWS Musda X Golkar, Gedung Graha Wangsa Menguning
Ditambahkan Sahril, petugas akan membuka police line setelah ada hasil pemeriksaan Tempat Kejadian Perkara (TKP) kebakaran.
Petugas mencampur air pakai Diterjen untuk memadamkan api tersebut.
Selain itu, api yang membakar karbit dipadamkan menggunakan pasir.
Sebab, ketika disiram air justru api semakin besar.
Akhirnya api padam pakai pasir.
"Memakan waktu kurang lebih delapan jam sampai jam tujuh pagi. Alhamdulillah beres," ungkap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pringsewu Sugeng Pramono.
Penyebab Kebakaran
Tim identifikasi Kepolisian Resor (Polres) Pringsewu mendatangi lokasi kebakaran Toko Cat Inti Bangunan Jaya di ruas Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Pekon Sidoharjo, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu.
Lantaran situasi gelap dan api belum sepenuhnya padam, sehingga petugas pada Senin, 2 Maret 2020 dini hari belum dapat melakukan pemeriksaan di dalam gedung.
Petugas baru memintai keterangan korban, Agus Stiawan alias Awok. Selain itu petugas melakukan pemasangan garis polisi atau police line.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pringsewu AKP Sahril Paison mengungkapkan, bila petugas melanjutkan identifikasi pada toko cat tersebut setelah pagi harinya.
"Hasil pemeriksaan sementara disebabkan konsleting listrik," kata Sahril mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri, Senin 2 Maret 2020.
Api Sulit Dipadamkan
Api yang melalap rumah toko (ruko) cat di Jalan Lintas Bara (Jalinbar) Kabupaten Pringsewu tergolong sulit dipadamkan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pringsewu Sugeng Pramono yang ditemui di lokasi kejadian menuturkan bila barang-barang yang terbakar di toko tersebut merupakan barang mengandung minyak.
Selain cat, ada juga thiner dan karbit.
"Saat disiram air, api tidak langsung padam justru 'melawan' (membesar)," kata Sugeng.
Oleh karena itu lah, petugas menyiasatinya dengan mencampurkan deterjen ke dalam air yang digunakan buat menyiram api.
Kendati demikian, pemadaman api yang melalap salah satu toko cat terbesar di Bumi Jejama Secancanan ini lumayan menguras tenaga.
Alhasil pemadaman yang dilakukan sejak 1 Maret 2020 sekira pukul 23.00 WIB memakan waktu berjam-jam.
Bahkan hingga subuh tim pemadam kebarakan yang dikerahkan BPBD Pringsewu masih berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Dengar Suara Ledakan
Kebakaran hebat melanda toko Inti Bangunan Jaya di Jalan Lintas Barat, Pekon Sidoharjo, Pringsewu, Minggu (1/3/2020) sekira pukul 23.00 WIB.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Namun, kebakaran itu membuat gempar warga Pringsewu.
Warga berdatangan untuk menyaksikan si jago merah melalap toko cat ternama di Bumi Jejama Secancanan itu.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pringsewu mengerahkan kekuatan penuh untuk pemdaman api.
Ada tiga tim pemadam kebakaran (damkar) yang diterjunkan.
Hingga Senin (2/3/2020) pukul 02.45 WIB, api yang membakar ruko milik Agus Stiawan alias Awok (47) ini belum padam.
Agus mengaku baru mengetahui kebakaran terjadi di gudang penyimpanan cat dan tiner miliknya setelah mendengar suara ledakan.
Ketika itu, dia tidur di gedung sebelah gudang yang terbakar.
"Mendengar suara ledakan dar, dar, dar, bangun," ceritanya.
Tetangganya yang juga melihat adanya kebakaran tersebut langsung menghubungi aparatur Pekon Sidoharjo yang kemudian melapor ke damkar. (Tribunlampung.co.id/Robertus Didik Budiawan)