Kecelakaan di Tol Lampung

Sopir Truk yang Tewas di Tol Lampung karena Terlibat Lakalantas Maut Ternyata Warga Lambar

Korban meninggal dunia, pada kejadian lakalantas maut di jalan Tol Lampung, pada Minggu (1/3/2020) sekira pukul 22.30 WIB, merupakan warga Lambar.

Penulis: Dedi Sutomo | Editor: Noval Andriansyah
Dokumentasi Satlantas Polres Lampung Selatan
Lakalantas maut di Tol Lampung Minggu (01/03/2020) malam. Sopir Truk yang Tewas di Tol Lampung karena Terlibat Lakalantas Maut Ternyata Warga Lambar. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA –  Korban meninggal dunia, pada kejadian lakalantas maut di jalan Tol Lampung Kilometer 85 ruas Desa Fajar Baru, Jati Agung pada Minggu (1/3/2020) sekira pukul 22.30 WIB, merupakan warga Sekincau, Lampung Barat.

Peristiwa lakalantas tersebut melibatkan truk Isuzu BE 8350 MV dan truk fuso yang belum diketahui nomor polisinya.

Korban bernama Edi Yanto (36), merupakan sopir kendaraan truk Isuzu dengan nopol BE 8350 MV.

Kendaraan yang dikemudikannya menabrak bagian belakan truk fuso yang belum diketahui nopolnya.

Korban mengalami luka lecet pada bagian wajah, robek kepala bagian belakang, keluar darah dari hidung, luka robek pada tulang kering kaki kiri, patah tulang kaki kiri.

BREAKING NEWS Sopir Tewas Kecelakaan Maut di Tol Lampung, Truk Fuso Kabur

Bak Film Laga, Polisi Kejar-kejaran dengan Pengedar Sabu di Tol Lampung, Pelaku Akhirnya Nyerah

Cara Isi SPT Pajak Tahunan Secara Online dan Cara Lapor SPT Pribadi Tahun 2020

Tewaskan Sopir Truk, Begini Kronologi Kecelakaan Maut di Tol Lampung

“Korban sempat dibawa ke RSUD Abdul Moeloek, tetapi nyawanya tidak tertolong," kata Kanit Lakalantas Sat Lantas Polres Lampung Selatan IPTU Ilham Efendi, Senin (2/3/2020).

"Korban meninggal di rumah sakit,” imbuhnya.

Kronologi Lakalantas Maut

Seorang Sopir Truk tewas dalam lakalantas maut di jalan Tol Lampung, Minggu (1/3/2020) malam.

Peristiwa itu terjadi di JTTS ruas Bakauheni-Terbanggi Besar Km 85 jalur Bandung Desa Fajar Baru, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan.

Kecelakaan melibatkan truk Isuzu BE 8350 MV dan truk Fuso yang belum diketahui nomor polisinya.

Pasalnya, truk Fuso itu kabur ke arah Bakauheni.

Kanit Lakalantas Polres Lampung Selatan Iptu Ilham Efendi membeberkan kronologi Kecelakaan tersebut.

Dia menjelaskan, Kecelakaan bermula saat truk Isuzu warna putih melaju dari arah Terbanggi Besar menuju arah Kota Baru dengan kecepatan tinggi.

Setiba di lokasi kejadian, Sopir Truk Isuzu diduga tidak bisa mengendalikan kemudi.

Kendaraannya pun menabrak truk Fuso yang ada di depannya.

Akibat kejadian itu, bagian depan truk Isuzu mengalami kerusakan cukup parah.

Sementara sopirnya meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit.

“Akibat kejadian ini, satu korban yang merupakan pengemudi kendaran Isuzu meninggal dunia di rumah sakit,” kata Ilham Efendi, Senin (2/3/2020).

Kecelakaan ini telah ditangani oleh Unit Lakalantas Satlantas Polres Lampung Selatan. 

Lakalantas di Tol Lampung, 2 Truk 'Gencet' Pikap hingga Remuk, 2 Orang Tewas di Lokasi

Sebelumnya, lakalantas maut juga terjadi di jalan Tol Lampung ruas Terbanggi Besar, pada Rabu (26/2/2020).

Akibat kejadian itu, dua orang dinyatakan meninggal dunia.

Kasatlantas Polres Lampung Tengah Ajun Komisaris Padil A Rohim saat dikonfirmasi mengatakan, lakalantas yang melibatkan tiga mobil itu terjadi sekira pukul 05.00 WIB di kilometer 142,600 Kampung Terbanggi Besar, Lampung Tengah.

Korban meninggal dunia yakni pengemudi mobil pikap Grandmax BE 8411 yang dikemudikan oleh Dwi (34) dan Agus (27), keduanya adalah warga Kampung Karang Endah, Kecamatan Terbanggi Besar.

Adapun kronologis Kecelakaan, ujar Padil, bermula saat mobil truk Mitsubishi yang dikendarai oleh Eliyanto (33) melaju dari arah Bandar Lampung menuju arah Tulangbawang.

"Truk dengan nomor polisi BG 8296 dari arah Bandar Lampung, kemudian menabrak bagian belakang pikap," terang Ajun Komisaris Padil A Rohim.

Padil melanjutkan, setelah menabrak bagian belakang pikap, kemudian pikap terlempar ke depan, lalu menabrak bagian belakang truk lainnya yang ada di depannya.

"Kondisi pikap mengalami hancur 95 persen dan terdorong hingga puluhan meter, dan dua pengendaranya dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian," imbuhnya.

Kasatlantas menerangkan, pengendara truk Mitsubishi Eliyanto warga Sumatera Selatan hanya mengalami luka ringan, dan saat ini masih dalam perawatan, serta dimintai keterangan.

Dugaan sementara, Kecelakaan tersebut dikarenakan kelalaian Sopir Truk Mitsubishi.

Satlantas Polres Lamteng telah melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara di lokasi lakalantas.

Salah seorang saksi mata yang enggan disebut namanya mengatakan, truk Mitsubishi melaju dengan kecepatan tinggi.

Kemudian, karena tak bisa mengendalikan laju kendaraannya, truk menabrak pikap sehingga sempat terseret hingga puluhan meter, sebelum akhirnya kembali menabrak Fuso yang ada di depannya.

"Truk oleh dari arah kiri ke sebelah kanan, dalam kondisi kecepatan tinggi tak bisa mengendalikan kendaraannya, lalu menabrak bagian belakang pikap hingga ringsek," jelasnya.

Daftar Panjang Lakalantas di Tol Lampung

Di sisi lain, Peristiwa lakalantas maut yang menewaskan 2 orang di Tol Lampung kilometer 33 pada Minggu (23/2/2020) dini hari, menambah panjang daftar Kecelakaan yang terjadi di jalan tol.

Dari data PT Hutama Karya Tol cabang ruas Bakauheni–Terbanggi Besar selama Tahun 2019 lalu, setidaknya terjadi 117 Kecelakaan.

Pengemudi yang mengantuk menjadi faktor terbanyak penyebab terjadinya lakalantas.

Di mana 40 persen Kecelakaan yang terjadi di Tol Lampung, karena pengemudi kehilangan kendali akibat mengantuk.

“Kami selalu mengingatkan kepada para pengemudi, jika memang kondisi badan letih dan mengantuk, lebih baik beristirahat sejenak guna memulihkan kondisi tubuh,” kata Hanung Hanindito, Kacab PT HK Tol cabang ruas Bakauheni–Terbanggi Besar.

Imbauan PT Hutama Karya 

Pihak PT. Hutama Karya Tol cabang ruas Bakauheni–Terbanggi Besar, kembali mengingatkan para pengguna jalan tol untuk tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan ketika dalam kondisi mengantuk.

Imbauan tersebut merujuk pada kejadian lakalantas maut yang melibatkan 2 truk colt disel terjadi tepatnya di Tol Lampung kilometer 33, Kalianda, Lampung Selatan, sekira pukul 03.30 WIB, Minggu (23/2/2020).

Kepala cabang PT HK Tol ruas Bakauheni–Terbanggi Besar, Hanung Hanindito menyarankan, agar para pengendara beristirahat sejenak, guna memulihkan kondisi fisik dan konsetrasi, di rest area sementara yang ada di sepanjang jalan tol.

“Kami mengingatkan kepada para pengemudi untuk tidak memaksakan diri, jika kondisinya mengantuk atau letih,” kata Hanung Hanindito kepada Tribunlampung.co.id, Minggu (23/2/2020).

Menurut Hanung, dari data Kecelakaan yang terjadi di Tol Lampung ruas Bakauheni–Terbanggi Besar, sebagian besar terjadi pada malam hari dan dini hari.

“Dari data, Kecelakaan yang terjadi sebagian pada malam dan dini hari, dan sebagian di antaranya karena faktor pengemudi yang mengantuk,” kata Hanung.

Guardrail Rusak

Sebelumnya, akibat lakalantas maut yang terjadi pada Minggu (23/2/2020) dini hari di Tol Lampung kilometer 33, Lampung Selatan, guardrail (pembatas jalan tol) di lokasi kejadian rusak sepanjang 100 meter.

“Benar, akibat lakalantas Minggu dini hari, guardrail di lokasi kejadian rusak akibat tertabrak kendaraan truk colt disel yang mengalami Kecelakaan,” kata Kepala Cabang PT Hutama Karya Tol ruas Bakauheni–Terbanggi Besar, Hanung Hanindito kepada Tribunlampung.co.id, Minggu (23/2/2020).

Hanung Hanindito memastikan, guardrail yang rusak tersebut, akan segera diperbaiki.

“Segera akan kami perbaiki, karena guardrail ini penting untuk pembatas jalan dan pengaman kendaraan yang mengalami loss control,” jelas Hanung.

Retak Tulang Dada Kanan

Sebelumnya, salah seorang korban meninggal dunia dalam lakalantas maut di Tol Lampung, mengalami retak tulang dada kanan dan patah kaki kiri.

Kejadian lakalantas maut yang melibatkan 2 truk colt disel terjadi tepatnya di Tol Lampung kilometer 33, Kalianda, Lampung Selatan, sekira pukul 03.30 WIB, Minggu (23/2/2020).

Kanit Lakalantas Satlantas Polres Lampung Selatan, IPTU Ilham Efendi mengatakan, korban meninggal lainnya atas nama Muan (43), warga Desa Jimbe Kademangan, Blitar, Jawa Timur.

Meski sempat mendapatkan perawatan di RSUD Bob Bazar Kalianda, Lampung Selatan, kata Ilham Efendi, nyawa korban tak terselamatkan.

"Korban mengalami patah kaki kiri dan kanan serta retak tulang dada kanan. Korban meninggal dunia di RS," ucap Ilham Efendi, Minggu (23/2/2020).

Sopir Truk Warga Lamteng

Sebelumnya, salah seorang korban meninggal pada kejadian lakalantas maut di Tol Lampung merupakan warga Punggur, Lampung Tengah.

Kejadian lakalantas maut yang melibatkan 2 truk colt disel terjadi tepatnya di Tol Lampung kilometer 33, Kalianda, Lampung Selatan, sekira pukul 03.30 WIB, Minggu (23/2/2020).

Warga Punggur, Lamteng tersebut merupakan Sopir Truk colt disel B 9471 PYW.

Korban bernama Nofik Prestiawan (33), Desa Sidomulyo, Punggur, Lampung Tengah.

“Korban mengalami luka patah kedua kaki, patah tangan kanan, retak tulang dahi dan memar pada dada. Korban meninggal di lokasi kejadian,” kata Kanit Lakalantas Satlantas Polres Lampung Selatan, IPTU Ilham Efendi, Minggu (23/2/2020).

Diduga Mengantuk

Sebelumnya, diduga mengantuk, Sopir Truk colt disel menabrak bagian belakang kendaraan lain.

Kejadian lakalantas maut yang melibatkan 2 truk colt disel terjadi tepatnya di Tol Lampung kilometer 33, Kalianda, Lampung Selatan, sekira pukul 03.30 WIB, Minggu (23/2/2020).

Kanit lakalantas Satlantas Polres Lampung Selatan, IPTU Ilham Efendi mewakili Kasatlantas AKP Agustinus Rinto mengungkapkan, lakalantas maut tersebut berawal dari truk colt disel B 9471 PYW yang melaju dari arah Bandar Lampung pada jalur B.

Menurut Ilham Efendi, Sopir Truk col disel diduga mengantuk, sehingga kehilangan konsentrasi dan kendali pada kendaraannya.

“Setiba di titik lokasi kejadian, truk B 9471 PYW, menabrak bagian belakang truk yang jenis dan nopolnya tidak diketahui," kata Ilham Efendi kepada Tribunlampung.co.id, Minggu (23/2/2020).

"Kemudian, truk colt disel yang menabrak itu oleng ke kiri dan menabrak pembatas jalan tol,” imbuh Ilham Efendi.

Akibat kejadian tersebut, kata Ilham Efendi, bagian depan truk colt disel B 9471 PYW mengalami rusak parah.

Dua orang yang meninggal dunia, lanjut Ilham Efendi, merupakan pengemudi dan penumpang truk colt disel B 9174 PYW.

“Satu korban meninggal di lokasi kejadian, satu korban lagi meninggal di rumah sakit,” kata IPTU Ilham.

Sementara truk yang tertabrak pada bagian belakangnya, tutur Ilham Efendi, tidak berhenti dan tetap melanjutkan perjalanannya ke arah Bakauheni. (Tribunlampung.co.id/Dedi Sutomo/Syamsir Alam)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved